Connect with us

Opini

75 Tahun Kemerdekaan; 75 Tahun Rakyat Puasa

Published

on

Ilustrasi 75 Kemerdekaan Indonesia © Liputan6

Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap dipuja-puja bangsa
Di sana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup masa_
(Ismail Marzuki)

Terima kasih telah bernyanyi bersama dan berkhidmat bersama. Ada nilai optimisme yang kuat dari lagu di atas. Dari sana menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya sebatas negara, tetapi artinya lebih luas daripada hanya sebatas wilayah. Perjuangan dari para pendahulu menjadi titik tumpu rasa syukur kehidupan hari ini. Kita bisa menikmati kedamaian dan kesejahteraan tanah Nusantara ini. Bangsa yang multikultur. Bangsa yang beragam keberagamaannya. Bangsa yang gemah ripah lohjinawi, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, terima kasih telah berkhidmat bersama.

Malam menuju 75 “kemerdekaan” Indonesia jalanan ramai. COVID bukan penghalang bagi masyarakat berdoa bersama di  perempatan-perempatan kampung masing-masing. Nobar dan mendengarkan Bung Karno membaca teks proklamasi menambah khusyuk masyarakat menyambut 75 kemerdekaan. Walaupun kabarnya ada pecahan uang 75 ribu yang baru akan di-launching. Dan mirisnya, kok di situasi pandemi kayak begini.

Tetapi biarlah, kekhusyukan dan khidmah ditunjukkan malam ini. Masyarakat berdoa seraya bersyukur kepada Tuhan, negara yang tercatat dari Sabang sampai Merauke masih berdaulat masyarakatnya, tidak loyo walau pandemi melanda, masih tegap menghadapi kisruh carut marut baik dari dalam maupun luar negara. Masyarakat Indonesia memang masyarakat yang tidak gampang mengeluh, diberi harapan palsu oleh para “wakilnya” juga santai-santai saja. Karena masyarakat paham betul bagaimana menyandar-teguhkan kepada Tuhan Pencipta alam.

75 tahun kemerdekaan, 75 tahun pula masyarakat Indonesia berdialektika. Kadang dibawa gaplean di gardu-gardu untuk hanya sekedar menertawakan kepongahan para penguasa, menertawakan pidato dan micsindrom para adi kuasa. Ujar-ujar lama berkelakar, ra sah dipikir, yen tibo mesti nang lemah, sak duwur-duwure mabur bakal menisor. Saking lamanya berdialektika, puasa, tirakat, dan melakukan suluk sosial–spiritual, masyarakat kita semakin kebal, semakin santai, tidak gampang nggumun, biasa-biasa saja, apalagi jika momentumnya Pilkada, Pilbub, Pilgub dan Pilpres, masyarakat sudah hafal gerak-gerik calon yang mengatasnamakan rakyat.

Baca Juga:  Membuka Tabir Sejarah Tahun 1808-1811 Tentang Jalan Anyer-Panarukan (Postweg)

Dalam Serat Jangka Jayabaya disinggung “…..Ngakune suci, sucine palsu, Akeh bujuk. Wektu iku dhandhang diunekake kuntul. Wong salah dianggep bener……”  dan jika hari ini terjadi, banyak orang mengaku suci, padahal sucinya palsu, banyak pula yang membenarkan sesuatu yang salah, dan menyalahkan sesuatu yang benar. Kabar baiknya, masyarakat kita sudah kebal, semakin tebal telinganya, semakin santai menyikapinya.

Setiap kondisi bisa jadi komoditi, apa pun dicari peluang jualannya, bahkan tidak tanggung-tanggung, jualan agama dan Tuhan. Apa masih kurang jual aset negara sama jual pulau? Ah….. tapi biarkan, masyarakat Nusantara sudah kebal, bayangkan 75 tahun berdialektika, bahkan para leluhur berjuang tanpa kenal lelah. Terima kasih para leluhur, para pahlawan bangsa. Tiada balasan selain doa dari kami masyarakat Nusantara, generasi penerus yang gampang ditipu dan diberi harapan palsu. Katanya demokrasi, giliran memberi masukan dan kritikan, bui dan pengadilan menunggu atas dasar pencemaran.

Tetapi, sekali lagi, rakyat sudah lama puasa, sudah lama tirakatnya, jadi santai saja. Mau cari makan atas nama rakyat monggo! Rakyat sudah sering jadi kambing hitam. Tapi yang perlu digarisbawahi bahwa rakyat bisa berdaulat, bahwa rakyat bisa meruwat dirinya menjadi lebih kuat. Tanpa diwakili, mereka sudah kuat. Dan merekalah kekasih Tuhan, merekalah yang nanti disanjung, dielu-elukan di langit. Mereka yang dijadikan atas nama, mereka yang dijadikan rapalan sumpah serapah, mereka yang dijadikan umpan kepongahan adi kuasa. Dan malam ini, tepat beberapa jam lagi menuju 75 Tahun kemerdekaan Indonesia, masyarakat akan semakin berdaulat, dan semakin kuat tirakatnya.

Semoga para pahlawan senantiasa bahagia di sana, walau menyaksikan negara atas nama dan sumpah serapah. Bung…, Gus…., kami rindu semangat dan tawa Anda

Baca Juga:  Sempak Bendera Saudi, Dimana Tauhid HTI?
Advertisement
Advertisement

Terkini

Info Kesehatan3 jam ago

Bupati Situbondo Meninggal Karena Covid-19

SERIKATNEWS.COM – Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dikabarkan meninggal dunia setelah tiga hari berjuang melawan Covid-19. Ketua Komisi II DPRD Situbondo,...

Politik12 jam ago

RUU Pemilu Ciptakan Elektoral Sehat dan Murah

SERIKATNEWS.COM – Komisi II DPR RI menargetkan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) bisa diselesaikan pada pertengahan 2021. Harapannya RUU...

Politik19 jam ago

Edhy Prabowo Ditangkap, Luhut Pengganti Sementara Jabatannya

SERIKATNEWS.COM – Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi ad interim Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal...

News1 hari ago

Sayangkan Demo Vandal, Ketua PP Jaktim: UU Ciptaker Penting Demi Majukan Iklim Investasi

SERIKATNEWS– Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Jakarta Timur menggelar kegiatan seminar online bertajuk “Undang-Undang Cipta Kerja dan Polemik Demonstrasi...

News1 hari ago

Generasi Muda Ka’bah Yogyakarta Deklarasi Dukung Suharso Munoarfa Jadi Ketum PPP

SERIKATNEWS– Keluarga besar Generasi Muda Ka’bah Wilayah D.I Yogyakarta mendeklarasikan dukungan kepada H. Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum PPP periode...

Hukum1 hari ago

KPK Resmi Tetapkan Edhy Prabowo sebagai Tersangka Suap

SERIKATNEWS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus suap. KPK menyita...

Hukum2 hari ago

Diduga Korupsi Ekspor Benur, Edhy Prabowo Ditangkap

SERIKATNEWS.COM – Penyidik senior KPK Novel Baswedan turun tangan dalam aksi penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo. Dalam...

Populer

%d blogger menyukai ini: