SERIKATNEWS.COM – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin kembali menyinggung data-data klaim kemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Hal itu menyusul permintaan formulir C1 oleh BPN kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kamis (25/4/2019).
“Itu membuktikan bahwa mereka tidak punya data. Artinya klaim mereka dari hari pertama sudah mencapai 40 persen data C1 itu bohong semua,” kata Juru Bicara TKN Arya Sinulingga, Sabtu (27/4/2019).
TKN menilai, langkah permintaan formulir C1 ke Bawaslu oleh BPN ini mengundang kritik publik. Artinya, ada ketidakkonsistenan antara kata dengan perbuatannya.
TKN melanjutkan, usaha BPN meminta C1 dari Bawaslu merupakan bentuk pengakuan tidak langsung akan kredibilitas lembaga yang selama ini dikritisi.
“Sudah gembar-gembor deklarasi kemenangan tapi minta data C1 ke Bawaslu. Jadi atas dasar apa kemarin deklarasi kemenangan?” kata Direktur Konten TKN Fiki Satari.
Menurut Fiki, klaim BPN telah memiliki ratusan ribu C1 patut untuk diragukan. Apalagi, BPN selama ini tidak mau jujur membuka transparansi penghitungan suara versi mereka.
Wakil Direktur Direktorat Saksi TKN Lukman Edy menduga BPN sengaja hanya menghitung dan mengumpulkan data C1 dari TPS-TPS yang mereka menangkan saja. Dia menuding BPN tidak menghitung TPS yang dimenangkan Paslon 01 Jokowi-Amin.
Lukman melanjutkan, hal itu juga dibuktikan dengan dibukanya beberapa fakta perkembangan hitung manual TKN yang menyebutkan kebohongan klaim kemenangan Prabowo.
“Jelas Selection Bias tidak fair. Bisa jadi sekarang mereka kesulitan untuk kumpulkan data C1 dari seluruhnya sehingga minta data ke Bawaslu,” kata Lukman.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...