SERIKATNEWS.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan audiensi dengan Kedutaan Amerika Serikat di Kantor Kedutaan AS, Jakarta, Kamis (9/1/2020).
Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino menyampaikan pernyataan sikap mengenai situasi global terkini terutama terkait konflik di Timur Tengah yang sedang memanas.
Menurut Arjuna, eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini akan berdampak pada perekonomian. Untuk itu, DPP GMNI menginginkan Amerika Serikat agar menahan diri demi terciptanya kestabilan politik dan ekonomi global.
“Kami menyampaikan agar Amerika menahan diri. Karena jika konflik ini berlarut akan berdampak negatif pada perekonomian global. Kami meminta untuk mengurangi tensi ketegangan,” kata Arjuna di kantor Kedubes AS, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, DPP GMNI juga beraudiensi dengan Kedutaan Besar Iran pada Rabu (8/1/2020), di kantor Kedubes Iran, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 110, Menteng, Jakarta.
Arjuna juga menyampaikan hal yang sama kepada pihak Kedubes Iran, agar tidak terpancing dan melakukan serangan balasan. Karena risiko atas konflik di Timur Tengah tidak ada untungnya bagi kedua belah pihak.
“Kami sampaikan kepada pihak Kedutaan Besar Iran tidak perlu ada serangan balasan. Hancurnya perekonomian global akibat konflik ini tidak menguntungkan siapa pun,” tutur Arjuna.
Menurut Arjuna, dalam menghadapi konflik ini, Indonesia tidak perlu mengecam siapa pun. Karena politik luar negeri, Indonesia harus berdiri pada koridor politik bebas aktif dalam rangka menjaga perdamaian dunia seperti yang termaktub dalam konstitusi.
“Tugas kita menjadi stabilisator, menjalankan politik bebas aktif. Tidak perlu ikut mengecam yang justru kontra produktif, hanya semakin memanaskan situasi,” ungkapnya.
Arjuna menyampaikan lebih lanjut kepada kedua perwakilan Kedubes bahwa DPP GMNI berkepentingan melindungi kepentingan nasional, terutama kepentingan rakyat Indonesia yang bisa terkena dampak konflik ini karena kenaikan harga minyak.
“Kami berkewajiban bagaimana agar konflik ini tidak sampai berdampak pada kenaikan harga minyak yang bisa merugikan rakyat Indonesia, membebani masyarakat Indonesia. Maka kami berkomunikasi agar kedua belah pihak menahan diri dan mengurangi tensi ketegangan,” tutup Arjuna.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...