SERIKATNEWS.COM – Hari Perempuan Internasional diperingati setiap tanggal 8 Maret. Peringatan ini dilakukan untuk merayakan pencapaian perempuan sepanjang sejarah dan lintas negara.
Berbagai wanita, termasuk pemimpin politik, komunitas, bisnis, pendidik, penemu, pengusaha, dan tokoh televisi terkemuka, biasanya diundang sebagai narasumber di berbagai acara pada hari itu.
Ragam acara dikemas untuk merayakan hari istimewa ini, meliputi seminar, konferensi, makan siang, makan malam atau sarapan. Adapun pesan-pesan yang diberikan pada acara-acara ini sering berfokus pada berbagai tema seperti inovasi, penggambaran perempuan di media, atau pentingnya pendidikan dan peluang karier bagi perempuan.
Banyak siswa di sekolah dan lingkungan pendidikan lainnya berpartisipasi dalam pelajaran khusus, presentasi tentang pentingnya perempuan dalam masyarakat, dan persoalan-persoalan yang mempengaruhi mereka di masyarakat.
Di beberapa negara, anak-anak sekolah membawa hadiah kepada guru perempuan mereka dan mereka menerima hadiah kecil dari teman atau anggota keluarga. Selain di lingkungan pendidikan, banyak tempat kerja memberikan perhatian khusus tentang Hari Perempuan Internasional melalui buletin atau pemberitahuan internal.
Sejarah Singkat
Banyak kemajuan telah dibuat untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak perempuan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, tidak ada tempat di dunia yang bisa mengklaim bahwa perempuan memiliki semua hak dan peluang yang sama dengan laki-laki.
Menurut PBB, mayoritas 1,3 miliar orang miskin di dunia adalah kaum perempuan. Untuk pekerjaan yang sama, rata-rata perempuan menerima antara 30 dan 40 persen upah yang lebih sedikit daripada laki-laki. Selain upah yang lebih rendah, perempuan juga masih sering menjadi sasarn kekerasan, seperti pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga.
Dikutip dari Liputan6, Hari Perempuan Internasional pertama terjadi pada 19 Maret 1911. Acara perdananya meliputi aksi unjuk rasa dan pertemuan yang diselenggarakan. Hal tersebut merupakan keberhasilan besar di negara-negara seperti Austria, Denmark, Jerman dan Swiss.
Tanggal 19 Maret dipilih karena memperingati hari ketika raja Prusia berjanji untuk memberikan suara bagi para perempuan pada tahun 1848. Janji itu memberi harapan akan kesetaraan, tetapi itu adalah janji yang gagal ia pertahankan. Kemudian tanggal untuk memperingati Hari Perempuan Internasional dipindahkan ke 8 Maret pada 1913.
PBB menarik perhatian global terhadap keprihatinan perempuan pada tahun 1975 dengan menyerukan Tahun Perempuan Internasional. PBB juga mengadakan konferensi pertama tentang wanita di Mexico City tahun itu.
Majelis Umum PBB kemudian mengundang negara-negara anggota untuk menyatakan 8 Maret sebagai Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional, tepatnya pada tahun 1977.
Adapun tujuannya untuk membantu negara-negara di seluruh dunia menghapus diskriminasi terhadap perempuan. Selain itu, difokuskan untuk membantu perempuan mendapatkan partisipasi penuh dan setara dalam pembangunan global.
Menyukai ini:
Suka Memuat...