ASJB dan Relawan Anak Bangsa Giat Salurkan Bantuan Sembako
Pandemi Covid-19 belum mereda hingga mempengaruhi roda perekonomian di Indonesia. Bukan hal yang mudah menghadapinya, tetapi bangsa ini mampu melewati kesulitan ini secara bersama dengan gotong royong.
Aksi solidaritas yang digalang oleh Alumni SMA Jakarta Bersatu (ASJB) dan 30 perusahaan serta yayasan yang tergabung dalam Relawan Anak Bangsa yang diinisiasi oleh pengusaha nasional Garibaldi Thohir, merupakan satu kepedulian terhadap sesama yang terdampak Covid-19.
Upaya membantu dan saling menginspirasi diharapkan dapat menularkan kekuatan yang lebih besar pada semua elemen anak bangsa untuk bergotong royong dalam mengatasi pandemi ini.
Sebelumnya, ASJB telah melakukan beberapa kegiatan yang bekerja sama dengan berbagai organ lain dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai kebersihan melalui penyediaan ember dan sabun untuk mencuci tangan serta spanduk edukasi.
Hening Utami selaku koordinator pelaksana program lapangan, mengatakan bahwa ASJB juga telah melakukan pemberdayaan warung sembako dalam membantu penyaluran paket sembako di berbagai wilayah kerja ASJB. Kini, ASJB bersama Relawan Anak Bangsa bekerja sama dalam menyalurkan bantuan 5000 paket sembako ke 30 wilayah kerja ASJB di DKI dan sekitarnya.
“Relawan Anak Bangsa melihat kinerja ASJB cukup baik dalam menyalurkan bantuan pada masyarakat sehingga paket sembako yang telah disiapkan diharapkan tepat sasaran penyalurannya,” kata salah satu bendahara ASJB, Gita Pramadhiani, dalam keterangan tertulis yang diterima Serikat News di Jakarta, Minggu (10/5/2020).
“Dalam menghadapi Covid-19, perlu gotong royong semua elemen masyarakat, bukan hanya tugas pemerintah saja. Kepedulian kita sangat dibutuhkan untuk membantu sesama dalam menghadapi dampak pandemi covid-19,” urai Dede Radinal, selaku Sekjen ASJB.
Pihaknya berharap aksi solidaritas ini akan meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Dengan pengalaman kerja sama dalam kegiatan sebelumnya, diharapkan penyaluran paket sembako pada masyarakat akan sesuai dengan kriteria penerima bantuan sehingga tepat sasaran.
Ormas Projo mulai mendistribusikan ribuan paket sembako bagi masyarakat terdampak wabah Covid-19 ke sejumlah kawasan di Jabodetabek.
“Paket sembako dibagikan secara bergelombang, hari ini gelombang pertama untuk tiga wilayah,” kata Wakil Sekjen DPP Projo, Sinnal Blegur kepada Serikat News, Senin (11/5/2020).
Sinnal menyebutkan sebanyak 1.200 paket sembako yang didistribusikan pada gelombang pertama, yakni untuk Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.
Menurutnya, total terdapat 13 wilayah di Jabodetabek yang akan mendapat gelontoran bantuan dari Projo yang totalnya lebih dari 10.000 paket sembako.
Dia menjelaskan bahwa pendataan calon penerima paket sembako Projo ditangani pengurus DPC Projo di 13 kabupaten/kota di Jabodetabek.
“Kriterianya, penerima adalah kepala keluarga pekerja harian lepas atau tidak bekerja akibat wabah Covid-19. Kami mengutamakan mereka yang belum mendapatkan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” kata Sinnal.
Sekjen DPP Projo, Handoko memastikan bantuan paket sembako Projo akan didistribusikan secara bergelombang sejak Senin (11/05/2020) sampai mendekati Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah pada tahun ini.
Menurut dia, paket sembako Projo tentu tidak bisa menyelesaikan seluruh permasalahan masyarakat miskin yang terimbas wabah Covid-19. Namun, Projo ingin meringankan beban masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi pandemi virus korona.
“Kami mendorong solidaritas masyarakat, sekaligus membantu pemerintah dalam menangani Covid-19,” pungkas Handoko.
PHRI Tuban Prediksi Pendapatan Resto-Hotel Terjun Bebas
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tuban, Mirza Ali Manshu mengatakan pandemi virus korona (Covid-19) sangat berpengaruh pada perhotelan maupun restoran.
Dia menyampaikan bahwa saat ini pengusaha hotel maupun restoran tengah berusaha bertahan di tengah merosotnya pendapatan. Menurutnya, manajemen hotel maupun restoran sangat berat menghadapi pandemi Covid-19, sehingga berdampak pada keberlangsungan ekonomi.
“Sampai hari ini pengusaha masih bisa bertahan, meski pendapatan terjun bebas,” ujar Mirza Ali Manshu, Selasa (5/5/2020).
Pria yang juga sebagai Ketua Koni Tuban itu mengatakan bahwa kondisi sekarang tentu akan berbeda jika keadaan masih berlangsung hingga satu bulan ke depan. Akibatnya nanti pengusaha akan menutup usahanya atau melakukan PHK dalam jumlah besar.
Namun, saat ini dari laporan yang masuk ada sebagian manajemen yang mengambil langkah mengurangi jam kerja atau merumahkan pekerja sementara. Langkah tersebut diambil untuk menghindari karyawan bergerombol di tempat kerja.
“Jika kondisi Covid-19 masih berlangsung maka kemungkinan satu bulan ke depan banyak perhotelan dan restoran tutup, terjadi PHK besar tentunya. Terlebih jika pemerintah belum memberikan kebijakan bantuan nyata yang bisa diakses pengusaha hotel maupun restoran,” pungkasnya.
SLEMAN– Balai Pemasyarakatan Kelas I Yogyakarta memperkuat pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih
JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memblokir situs www.polymarket.com. Pemutusan akses dilakukan karena Polymarket terindikasi memfasilitasi praktik judi online
JAKARTA – Pengurus Pusat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melakukan audiensi dengan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional
YOGYAKARTA – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta memperkuat koordinasi dengan DPRD Kulon Progo untuk mendukung implementasi Kitab Undang-Undang Hukum