Sesuai dengan namanya dan prinsip pemberdayaan, kelompok masyarakat yang paling baik adalah kelompok yang memang lahir dari kebutuhan dan kesadaran masyarakat sendiri, dikelola dan dikembangkan dengan menggunakan terutama sumber daya yang ada di masyarakat tersebut. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) adalah kumpulan orang yang menyatukan diri secara sukarela dalam kelompok dikarenakan adanya ikatan pemersatu, yaitu adanya visi, kepentingan dan kebutuhan yang sama, sehingga kelompok tersebut memiliki kesamaan tujuan yang ingin dicapai bersama.
Posisi KSM di PNPM Mandiri Perkotaan adalah independen dalam arti bukan sebagai bawahan BKM/LKM atau Unit Pengelola (UP). Hubungan KSM dengan Unit Pengelola dan BKM/LKM adalah hubungan kemitraan. Posisi KSM dalam PNPM Mandiri Perkotaan sebagai pelaku langsung dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan. Anggota masyarakat yang tergabung dalam KSM tidak hanya untuk meningkatkan wawasan tentang prinsip dan nilai PNPM Mandiri Perkotaan, akan tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM mandiri perkotaan adalah mendorong terbangunnya KSM sebagai komponen dari keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan baik meningkatkan keberdayaan kelompok yang sudah ada atau membangun kelompok yang baru dan selalu berusaha mengadakan “perubahan” pada masyarakat. Tujuan akhir dari perubahan tersebut adalah membentuk masyarakat miskin bisa berdaya dan pada akhirnya bisa mandiri. Data tahun 2017, program ini digulirkan kepada 89 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang terdiri dari 974 anggota melalui Program Penghidupan Masyarakat Berbasis Komunitas (PPMK) khususnya di Kota Bandung. Namun, peran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) bukanlah semata-mata hanya sebagai kelompok peminjam atau hanya sekedar berorientasi pada ekonomi saja dengan memanfaatkan dana BLM serta tidak adanya kegiatan sama sekali yang dilakukan oleh anggota KSM yang bersifat kontra produktif.
Dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan potensi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) menjadi lebih produktif yaitu dengan pendekatan Educational Group (kelompok pendidikan). Fokus kelompok ini untuk memperoleh pengetahuan dan mempelajari keterampilan-keterampilan yang lebih kompleks. Pemimpin atau pendamping dalam kelompok adalah seorang profesional yang benar-benar terlatih dan ahli dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya, topik-topik yang mencakup praktik-praktik keterampilan dalam mengurus bayi (baby sister), kursus kecantikan, kursus otomotif, kursus Bahasa Inggris, kursus memasak, pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi dan terutama pelatihan keterampilan yang diminati serta dibutuhkan oleh anggota Kelompok Swadaya Masyarakat.
Dengan mengembangkan potensi anggota KSM lewat pendekatan Educational Group diharapkan setiap para anggota memiliki keterampilan/skill dalam meningkatkan produktivitas usaha kelompok, mengembangkan kekuatan atau bakat, meningkatnya motivasi dan pengetahuan serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan lewat akumulasi pengetahuan yang didapat oleh para anggota setelah mengikuti pembelajaran keterampilan tersebut. Selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan, anggota KSM dapat melakukan konsolidasi untuk menggalang kekuatan dan kepercayaan bersama demi terwujudnya rasa saling asih, asah dan asuh antar sesama anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Menyukai ini:
Suka Memuat...