SERIKATNEWS.COM – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah menyebut kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM akan semakin menyusahkan kehidupan rakyat. Padahal, rakyat sudah susah karena terdampak pandemi Covid-19 dan ketidakpastian global.
“Argumentasi terkait subsidi sebagai beban ekonomi yang salah sasaran, itu hanya retorika belaka pemerintah saja. Kenaikan harga BBM justru akan semakin menyusahkan masyarakat,” ujar Fahri belum lama ini.
Menurut Fahri, argumentasi pemerintah yang menganggap subsidi hanya dinikmati oleh pengguna mobil pribadi, bukan rakyat miskin sehingga pemerintah perlu melakukan penyesuaian harga BBM, sebagai alasan yang tidak pernah bisa diterima rakyat sampai kapan pun. Sebab, pencabutan subsidi itu merugikan kepentingan rakyat, dan menambah beban hidup masyarakat yang sudah sulit saat ini.
“Hal itu tidak akan pernah diterima rakyat sampai kiamat. Rakyat menganggap pencabutan subsidi akan menambah kesulitan hidup mereka,” tegasnya.
Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019 ini menegaskan, tugas pemerintah sesuai konstitusi adalah membantu dan membela rakyat di dalam kesulitan hidup. Oleh sebab itu, pemerintah semestinya tidak perlu mengikuti protokol kaum kapitalis, yang tidak menghendaki adanya dukungan kepada rakyat melalui pemberian subsidi.
“Mereka (kaum kapitalis, red) ingin kompetisi berlangsung secara sempurna, tidak ingin ada subsidi-subsidi, semua harus diserahkan ke mekanisme pasar,” tandas Fahri Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...