SERIKATNEWS.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Ahmad berupaya mengendalikan inflasi di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satunya, dengan tidak menaikkan harga tarif Transjakarta.
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, Pemprov telah menggelontorkan subsidi bagi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebesar Rp62,1 miliar yang diambil dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Selain itu, ada subsidi sebesar Rp4 miliar bagi angkutan kapal ke Kepulauan Seribu.
“Kita sendiri sudah mengambil beberapa kebijakan di antaranya untuk mengurangi beban masyarakat Jakarta,” kata Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 15 September 2022.
Salah satu upaya lain, menurut politikus Gerindra itu, adalah operasi pasar. Pemprov melakukan hal tersebut agar konsumsi masyarakat tetap terjaga.
Pihaknya menegaskan juga bahwa akan segera mengambil langkah konkret untuk mengantisipasi kenaikan harga barang. “Pemerintah pusat kita langsung mengambil langkah-langkah konkret dalam rangka mengantisipasi potensi terjadinya kenaikan harga-harga barang khususnya sembako,” katanya.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu sebelumnya memprediksi kenaikan harga BBM akan menyumbang terhadap kenaikan inflasi hingga 1,9 persen. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah inflasi Indonesia hingga Agustus berada di angka 4,69 persen.
Dengan jumlah tersebut, inflasi Indonesia tahun ini diperkirakan akan mencapai angka 6,6–6,8 persen setelah kenaikan BBM. Diketahui, angka tersebut melampaui jumlah inflasi yang ditargetkan pemerintah tahun ini yang hanya berkisar 4 hingga 4,8 persen.
“Kita sudah hitung 1,9 persen dampaknya dari kenaikan BBM ke inflasi. Kisarannya (tahun ini) inflasi akan ada di 6,6 persen sampai 6,8 persen,” katanya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...