SERIKATNEWS.COM – Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 butuh dukungan semua pihak. Pasalnya, keberhasilan konferensi tersebut bukan hanya dari kemampuan menghadirkan semua pemimpin dunia dalam satu forum.
Menurut, anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani, keberhasilan agenda tersebut lebih pada komitmen yang dapat dibangun untuk bersama-sama mencoba mengatasi krisis ekonomi global yang melanda saat ini. Menurut Christina, semua negara anggota G20 memiliki tanggung jawab yang sama untuk keberhasilan agenda tersebut.
Christina mengatakan peranan Indonesia untuk memastikan semua pemimpin agar hadir tetap harus diupayakan secara maksimal. “Tentu juga dukungan seluruh masyarakat, sehingga agenda besar ini bisa berhasil dengan baik dan mampu membawa manfaat. Indonesia harus terus mengingatkan bahwa semua negara bisa terkena ‘getahnya’, namun saya masih yakin Indonesia pada saat-saat akhir akan bekerja lebih maksimal lagi,” ujarnya di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 15 Oktober 2022.
Christina memahami harapan besar pemerintah seperti disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno P Marsudi, bahwa penyelengaraan KTT G20 Bali tidak boleh gagal. Sebab, hal itu menjadi pertaruhan besar bagi semua anggota G20 yang menyangkut kesejahteraan miliaran penduduk dunia.
G20 dilaksanakan dalam situasi sulit seperti pandemi yang belum sepenuhnya selesai, perang di Ukraina, ditambah dengan menajamnya tensi geopolitik serta terjadinya krisis pangan, energi, dan keuangan. Semua itu merupakan tantangan yang tidak mudah.
Namun menurut Christina, semua itu harus mendorong Indonesia untuk memainkan peran lebih. Indonesia harus mampu mengelola dinamika yang ada dengan baik, dengan tetap rasional untuk tidak berpretensi semua persoalan bisa diselesaikan di forum G20, serta terus mendorong kinerja forum yang bisa membawa hasil nyata.
Christina berpandangan bahwa perang berlarut-larut antara Rusia dan Ukraina, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan, antara Amerika Serikat bersama sekutunya dengan Rusia, bukan tidak mungkin akan berimbas langsung pada kepentingan Indonesia. Dalam situasi seperti itu, maka yang dibutuhkan Indonesia adalah sikap jelas, yaitu tidak bisa mengatakan situasi dunia saat ini biasa saja.
“Ketegangan hubungan akibat perang itu nyata adanya, lalu kita Indonesia tampak tenang-tenang saja. Kita harus mampu mengelola dinamika ini dengan kekuatan penuh dan tentu tetap terukur,” katanya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...