SETIKATNEWS.COM – Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS), Ade Armando, babak belur dihajar sejumlah orang di tengah aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta pada Senin, 11 April lalu.
Ia dikeroyok oleh sekelompok orang yang membuat sosok pegiat media sosial serta dosen di Universitas Indonesia itu mengalami luka-luka. Bahkan wajahnya babak belur hingga mengeluarkan darah saat dievakuasi oleh petugas kepolisian.
Peristiwa tersebut mendapat respons dari Organisasi Alumni Orange Atma Jaya dengan menganggap bahwa proses proses demokrasi dan penyampaian pendapat di muka umum dengan menuntut penolakan terhadap perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu kemarin benar-benar diciderai oleh terjadinya pemukulan dan pengeroyokan terhadap seorang aktivis media sosial dan juga akademisi.
“Tindakan kekerasan yang disertai penganiayaan yang dilakukan terhadap Ade Armando tersebut tidak dibenarkan apapun alasannya dan telah menciderai proses demokrasi yang sedang berlangsung serta melanggar hukum yang berlaku di Indonesia,” demikian bunyi rilis yang diterima oleh Serikatnews.com, Selasa, 13 April 2022.
Dengan adanya peristiwa tersebut Alumni Orange Atma Jaya menyatakan sikapnya secara tegas dengan:
1. Mengutuk keras tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap Aktivis Media Sosial yang juga Akademisi Ade Armando.
2. Meminta pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut dan menangkap para pelaku kekerasan dan penganiayaan tersebut. Terlebih segala bukti para pelaku juga sudah tersebar melalui video ataupun foto yang banyak beredar di media sosial.
3. Meminta pihak terkait seperti Komnasham juga ikut serta dalam pengusutan penganiayaan ini.
4. Meminta semua pihak untuk senantiasa menjaga demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat.
Menyukai ini:
Suka Memuat...