Connect with us

Politik

Belajar Inovasi Kebijakan TAPE dari Kalimantan Utara

Published

on

Bappeda Litbang Provinsi Kaltara Ahmad Iqbal, Bappeda Litbang Kabupaten Tana Tidung Siti Aisyah dan pembawa acara Novita Kristiani dalam Podcast “Kepala daerah Penggagas Insentif Fiskal Berbasis Ekologi” seri ke-2 Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi (TAPE) Provinsi Kaltara, Selasa (28/9). (Foto: Ist/Serikat News)

SERIKATNEWS.COM – Inovasi kebijakan insentif fiskal berbasis ekologi menjadi arah baru dalam menjaga kelestarian dan keberlangsungan lingkungan hidup di Indonesia. Salah satunya melalui kebijakan Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi (TAPE).

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri merupakan sebagai salah satu daerah penggagas TAPE di Tanah Air. Ahmad Iqbal, Bappeda Litbang Kaltara menuturkan bahwa yang melatarbelakangi kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“TAPE sudah kami implementasikan sejak tahun 2020 dan tahun ini memasuki tahun yang kedua,” kata Iqbal dalam Podcast “Kepala daerah Penggagas Insentif Fiskal Berbasis Ekologi” seri ke-2 Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi (TAPE) Provinsi Kaltara, Selasa 28 September 2021.

Podcast tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Inovasi Ecological Fiscal Transfer (EFT). Acara digelar atas kerja sama antara The Asia Foundation (TAF) bekerja sama dengan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Provinsi Riau (Fitra Riau) serta didukung oleh beberapa organisasi lingkungan hidup lainnya.

Iqbal menjelaskan dengan adanya dukungan dari koalisi masyarakat sipil dan organisasi lingkungan hidup, Kaltara mampu melahirkan program pembangunan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek-aspek kelestarian.

“Pada awalnya sebuah perencanaan, dan kemudian dalam perjalanannya kita didorong untuk mengimplementasikan. Alhamdulillah dalam perubahan anggaran 2020 bisa kami laksanakan, dengan anggaran sekitar Rp5 miliar dan pada tahun ini bisa kami lanjutkan kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan beberapa kriteria pembangunan yang berwawasan lingkungan. “Meliputi pencegahan dan pengendalian Karhutla, ruang terbuka hijau, pengolahan persampahan, perlindungan air, serta pencemaran udara,” kata Iqbal.

Iqbal berharap dengan kriteria tersebut target TAPE dapat terukur dan tercapai dengan baik. “Setelah kami adakan monitoring ke lima kabupaten/kota, program TAPE berjalan baik dan telah menggairahkan Pemkab untuk ikut mendukung dengan program inovatif yang tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan hidup tetapi juga berdampak pada sosial, ekonomi dan lainnya,” tuturnya.

Baca Juga:  Sederhana! Denny Cagur Terjun Politik Karena Pemilu Hanya Persoalan Kalah Menang

Iqbal berharap, program TAPE dapat diimplementasikan seluruh provinsi yang ada Indonesia. “Sudah barang tentu dengan karakteristik wilayahnya masing-masing,” tukas Iqbal.

Sebagai salah satu Pemkab penerima insentif TAPE Pemprov Kaltara, BAPPEDA Litbang Kabupaten Tana Tidung, Siti Aisyah menyebut bahwa perjuangan pemprov dalam menyediakan dana insentif tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tana Tidung.

Salah satu di antaranya dalam penanggulangan Karhutla, penyediaan ruang terbuka hijau serta pengolahan sampah. “Kita akan meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup kita lebih baik memperkuat kapasitas Pemda dalam pelestarian fungsi ekologi, dalam upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan,” ungkap Aisyah.

Aisyah juga menegaskan, manfaat konkret lainnya dari TAPE di antaranya yaitu lebih memprioritaskan pembangunan lestari dan yang menjaga lingkungan dan menyejahterakan masyarakat. “Agar masyarakat percaya bahwa menjaga lingkungan ada manfaatnya. Dari segi kesehatan, kualitas hidup,” tambahnya.

Program TAPE, hingga turunannya ke TAKE, menurut Aisyah perlu didorong hingga ke tahap pemerintah Desa. Ia mengatakan, dalam pembangunan berkelanjutan berbasis ekologi harus melibatkan pemerintah desa dan pemuda sebagai ujung tombak.

“Sehingga terbentuk simbiosis mutualisme antara kabupaten dan pemerintah desa yang tidak hanya memacu inovasi tetapi juga menjadikan desa lebih berdaya ke depannya,” ujar Aisyah.

Mempertegas pengembangan TAPE ke depan, Aisyah berharap anggaran TAPE untuk Tana Tidung menjadi alternatif dalam upaya konservasi hutan tidak hanya dari BKK, tapi juga bisa masuk dalam kebijakan penganggaran Pemda.

“Sebagai bentuk peran serta dalam penurunan emisi deforestasi dan degradasi hutan serta pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” tegas Siti Aisyah. (*)

Advertisement
Advertisement

Terkini

News20 menit ago

Wujudkan Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Raih “Badan Publik Informatif” Tahun 2021

JAKARTA – Kementerian Perdagangan berhasil meraih anugerah “Badan Publik Informatif” tahun 2021. Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto menerima penganugerahaan tertinggi...

Internasional1 jam ago

DBS Menjadi Bank Pertama di Asia Tenggara yang Bergabung dengan Hedera Governing Council

SERIKATNEWS.COM – DBS Bank telah bergabung dengan Hedera Governing Council, sebuah kelompok yang mencakup beragam organisasi dan bertugas mengembangkan jaringan...

Lifestyle2 jam ago

Keunggulan Produk HAVAL JOLION Diakui Pengguna Global

SERIKATNEWS.COM – Penjualan HAVAL JOLION buatan GWM meningkat pesat di beragam pasar luar negeri. penjualan meningkat sejak Januari 2021. HAVAL...

Opini4 jam ago

Kebebasan Bukan untuk Penghinaan

TAK ada angin, tak ada hujan, seorang Faizal Assegaf bicara tentang NU, juga Hadlratus-Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman...

News5 jam ago

Fokus Kembangkan Sumber Daya, UPH Jalin Kerja Sama dengan Pemerintah Kota Bitung

SERIKATNEWS.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pelita Harapan (UPH) telah resmi bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung,...

News18 jam ago

Vaksinasi, Kiai Dalil: Vaksin Aman Dan Halal

SERIKATNEWS.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Pordapor terus menggalakkan vaksinasi kepada seluruh warganya. Di samping melakukan vaksinasi, juga terus melakukan sosialisasi...

Opini19 jam ago

Kader Nasdem Diminta untuk Meminta Maaf kepada Aktivis IAIN Palopo

SERIKATNEWS.COM – Kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan di IAIN Kota Palopo menjadi sorotan beberapa pihak. Pasalnya, atribut salah satu Parpol...

Populer

%d blogger menyukai ini: