Connect with us

Opini

Belajar Peka (Tafsir Tematik QS:2 ayat 8-12)

Published

on

Alquran

Tidak sedikit orang yang terlalu santai membohongi hatinya. Hubungan yang paling intim dengan Tuhan adalah dengan hati. Karena itu dalam satu keterangan dikatakan jika hatinya penuh dengan ketidakteraturan dalam berbagai aspek, maka akan mempengaruhi terhadap sikap dan etika sosialnya. Dalam Alquran dikatakan sebagai golongan orang yang munafik.

Munafik secara umum dapat diindikasikan dari tiga hal; ketika berjanji maka mengingkari, ketika diberi amanah maka tidak jujur, dan ketika dipercaya maka menghianati. Hal ini secara umum berkaitan dengan sifat manusia yang manusiawi, bahwa manusia memiliki potensi salah dan lupa. Apalagi kalau dicari-cari kesalahannya.

Beragam komunikasi sosial, utamanya sosial–keagamaan diwarnai dengan konsep syariah dan siyasah. Walaupun secara metodologis kehidupan dirangkai menurut kondisi sufismenya. Mengapa? Karena beriman kepada Tuhan menjadi landasan perjalanannya. Oleh sebab itu potensi yang perlu dibangun adalah rasa kasih dan sayang.

Seiring kemajuan zaman, pola pikir masyarakat juga ikut tergerak untuk mengikuti kemajuan tersebut. Di mana segala sesuatu dipermudah, diringankan oleh kemajuan teknologi dan pengetahuan. Sampai akhirnya menemukan titik jenuh dan menyadari ada ruang kosong di dalam hatinya.

Landasan keimanan itu terbentuk di dalam diri manusia, melalui hatinya. Dari setiap perenungan, tambah keimanannya. Kemudian output-nya adalah sikap dan komunikasi sosial, atau lebih dikenal dengan hablum minallah.

“Di antara manusia ada yang mengatakan dirinya beriman tetapi hatinya bertolak belakang (8).” Sederhananya adalah ketika mengimani Tuhan dan utusan-Nya, maka wajib paling tidak mengilhami sikap dan sifat-Nya. Dalam hal ini kasih dan sayang. Tidak sedikit di antara kita yang dipandang paham agama dan nilai-nilainya. Tetapi ada satu sikap atau ucapan yang kemudian menjadi ganjalan atas keimanannya.

Baca Juga:  Domba yang Berteriak Serigala!

Ruangnya memang privat, tidak harus setiap manusia mengetahui isi hatinya. Tetapi bagaimana dengan sikap dan intoleransinya kepada sesama manusia? hal ini menjadi rujukan atas disiplin keimanannya. Dalam satu keterangan dikatakan bahwa sikap menunjukkan hatinya. Oleh sebab itu untuk menunjang keimanan kepada Tuhan perlu adanya sinkronisasi terhadap gerak di dalam hati.

“Mereka hendak menipu Tuhan dan orang-orang di sekitarnya, padahal mereka jelas menipu dirinya sendiri. Sayang, mereka tidak menyadarinya (9).” Berangkat dari mahfudzat  Sayyidina Umam Bin Khattab bahwa “introspeksi dirilah terlebih dahulu, sebelum engkau diintrospeksi orang lain.” Hal ini jelas bahwa ruang kesadaran harus tetap dibangun setiap waktu. Yang jelas adalah kehati-hatian. Karena tidak semua yang menyampaikan pengetahuan, sudah menjalankan pengetahuan tersebut.

Sikap yang tepat adalah terus belajar untuk membentuk kesadarannya. “Di dalam hatinya penuh sesak dengan persepsi pribadinya. Sehingga Tuhan menambahnya. Ketika siksa atau akibat dari keegoisannya itu terjadi, bukan karena siapa-siapa, tetapi karena berdusta kepada dirinya sendiri (10).” Ketika sebagian orang mengutip salah satu keterangan bahwa “kenalilah dirimu, sebelum mengenal Tuhanmu. Karena siapa pun yang mengenal dirinya pasti mengenal Tuhannya.” Ungkapan ini sangat populer tentunya di kalangan akademisi muslim dan para pendai. Dari sini jelas bahwa ada satu sikap sosial yang seharusnya diperkuat, dari hasil komunikasi dengan sesama, dengan Tuhan dan Alam, membentuk komunikasi yang baik dengan dirinya sendiri.

Kuncinya adalah membangun kesadaran untuk selalu berbenah diri. Karena hakikatnya berkumpul dengan orang saleh adalah bergumul dan berkomunikasi dengan siapa pun untuk belajar mengenali dan memperbaiki diri. Karena sekali lagi output-nya adalah moral.

“Ketika dikatakan bahwa; Jangan engkau buat kerusakan di muka bumi! justru mereka menjawab “Tidak, kami melakukan perbaikan (11).”  Tidak sedikit di antara manusia merasa bahwa dirinya mampu dan bisa melakukan perbaikan-perbaikan. Menyuguhkan seabreg janji dan stimulus untuk kepentingan pribadinya. Bahkan cenderung menampakkan jasa-jasanya. Hal inilah yang kemudian bertolak belakang dengan moral para Nabi, Rasul dan alim ulama’ terdahulu.

Baca Juga:  Menggoreng Konflik Perdamaian Israel - Palestina

Karena perbaikan itu tidak untuk diperlihatkan, melainkan dijalankan dengan bentuk kerja sama dan kerja sosial. Memutus mata rantai egosentris. Yang terpenting adalah menyemaikan sikap kasih dan sayang kepada sesama, pun alam sekitar. Dengan menjaga dan melestarikannya. Memang, manusia dibekali ide oleh Tuhan. Tetapi tidak sedikit yang menyampaikan idenya justru perbaikannya bukan untuk kepentingan umum tetapi kepentingan pribadinya.

“Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka melakukan kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya (12).” Bahwa kesadaran yang perlu dibangun adalah kepekaan dalam bersikap, itu dibenarkan dan dianjurkan. Karena tidak sedikit di antara manusia yang menjual kebaikan wahyu Tuhan (jualan dalil) hanya untuk mempermulus kepentingan pribadinya. Seiring kemajuan zaman dan teknologi ini agaknya menjadi ruang yang sangat luas untuk melancarkan misi tersebut.

Teriak-teriak di media sosial, menghakimi ini dan itu dengan dalil-dalil. Bukan untuk memperbaiki keadaan justru memperkeruh keadaan. Mengumpulkan jamaah, basis dan mengais mobilisasi dengan berbagai pendekatan agama. Bukan untuk perbaikan tatanan sosial–toleransi, saling menghormati, justru menampakkan pembenaran atas sikapnya sendiri.

Oleh karena itu menghadapi kehidupan yang serba kemajuan ini, apalagi di dalam ruang kemajemukan. Maka perlu adanya sikap peka dan kehati-hatian. Dan ayat 8-12 di dalam surat al-Baqarah menjadi dasar untuk menumbuhkan kesadaran tersebut. Output yang diharapkan adalah moral.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Peristiwa7 jam ago

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19

SERIKATNEWS.COM – Bupati Aceh Barat, Haji Ramli MS dinyatakan positif Covid-19. Hal ini berdasarkan hasil tes swab yang dilakukan oleh...

Sosial10 jam ago

114 Unit Rumah Dinas yang Dihuni Pensiunan Diambil Kembali oleh Pemkab Jayawijaya

SERIKATNEWS.COM – Dalam rangka tertib administrasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, melakukan pengambilan aset berupa rumah dinas sebanyak 114 unit yang...

Politik16 jam ago

Kasus Covid Terus Meningkat, PBNU Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda

SERIKATNEWS.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,...

Sosial16 jam ago

7 Orang Dikenakan Sanksi dalam Operasi Yustisi

SERIKATNEWS.COM – Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara menggelar Operasi Yustisi di Kawasan Pantai Maju, pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara....

Olahraga21 jam ago

The Blues Percaya Diri Tantang Liverpool

SERIKATNEWS.COM – Lanjutan pekan kedua Premier League musim 2020-2021 akan menyajikan laga menarik, yaitu Chelsea vs Liverpool. Laga ini akan...

Ekonomi22 jam ago

Pemerintah Dinilai Harus Atasi Keterpurukan Petani di Jatim Selama Pandemi

SERIKATNEWS.COM – Para petani di Jawa Timur mengalami kesulitan selama pandemi Covid-19. Dibutuhkan pemerintah untuk turun tangan dengan cara memberikan...

Olahraga22 jam ago

MU Tampil Buruk Lawan Crystal Palace di Old Trafford

SERIKATNEWS.COM – Manchester United (MU) tampil buruk saat menghadapi Crystal Palace di Old Trafford Stadium, Sabtu (19/9/2020) malam WIB. Main...

Populer