Connect with us

Resensi

Buku Penangkal Hoaks (?)

Published

on

Tebal: 400 hlm
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Kertas Isi: Bookpaper
Kover: Soft
Penulis: Ghali Syukri (Mesir)
Penerjemah: Khoiron Nahdhiyyin
Mahar: Rp 60,000,- tidak termasuk ongkir.

Mengapa sebuah pemikiran mampu memengaruhi banyak orang dan berwibawa sepanjang zaman?
Sebuah pertanyaan klise, namun relevan untuk kita renungkan kembali di era cyber-hoax ini.

Berbicara soal ‘teks’ dan ‘kehidupan teks’ sesungguhnya merupakan arena kontestasi antar berbagai kepentingan di tengah masyarakat. Tafsir terhadap sebuah teks selalu tidak lepas dari relasi kuasa. Dengan kata lain, teks pada dirinya sendiri, maupun teks yang telah masuk ke dalam kehidupan masyarakat pembacanya, selalu terlibat dalam praktik pemaknaan. Makna tidak pernah netral, ia selalu berada di ruang kekuasaan dengan segenap otoritas yang menjustifikasinya.

Upaya melawan teks tersebut, diperlukan upaya penelusuran terhadap jejak-jejak teks yang kontroversial dan dianggap subversif. Teks perlu ditelaah, dibongkar, dan diletakkan dalam konteks-konteks yang melingkupinya.

Sebuah teks tidak bisa menjelma menjadi karya hebat bila ia tidak hadir di arena yang tepat. Artinya, “kesuksesan” sebuah karya dalam artinya yang luas, bukan saja didukung oleh muatannya yang berbobot, melainkan juga konteks yang tepat. Sebagai contoh sederhana, teks editan ”karya” Buni Yani atas pidato Ahok tahun lalu, akan menjadi tidak berarti apa-apa, meaningless, tidak memiliki pengaruh sama sekali terhadap pembaca, jika ”karya” itu muncul di luar momen Pilkada DKI 2017. Karena ”karya”nya ini, Buni Yani menuai kritik dan sanksi secara pribadi, tetapi secara politis ia menang (karena kenyataannya Ahok harus kalah oleh ”karya” tersebut). Banyak contoh lainnya, dari yang ringan-ringan hingga yang berat-berat.

Melawan teks (al-Khurûj ’an al-Nash) sebagaimana gagasan yang diusung oleh Ghali Syukri dalam buku ini adalah suatu upaya untuk keluar dari rezimentasi makna yang sewenang-wenang tersebut.

Baca Juga:  Amazon dan Orang-orang yang Kalah
Advertisement
Advertisement

Terkini

Peristiwa14 menit ago

Sebuah Gereja Berupa Pos Pelayanan Serta Enam Rumah Jemaat Dibakar

SERIKATNEWS.COM – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Sulteng, Pdt Frits A. Kandori mengucapkan...

Budaya1 jam ago

PKN 2020: Perhelatan Kebudayaan Ramah Semesta Kebanggaan Indonesia

SERIKATNEWS.COM – Setelah dibuka pada 31 Oktober 2020 lalu oleh Presiden Joko Widodo secara daring, Pekan Kebudayaan Nasional 2020 yang...

Hukum3 jam ago

Wali Kota Cimahi dan Komisaris RSU Kasih Bunda Diduga Terlibat Kasus Suap

SERIKATNEWS.COM – Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AJM) beserta Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan (HY) diduga terlibat dalam...

Pariwisata1 hari ago

Jadi Tuan Rumah Global Tourism Forum 2021, Peluang Indonesia Bangkitkan Pariwisata dan Investasi

SERIKATNEWS.COM – Indonesia telah dipilih sebagai tuan rumah untuk Annual Meeting Indonesia Global Tourism Forum 2021. Dipilihnya Indonesia karena merupakan...

Hukum1 hari ago

Edhy Prabowo Kirim Surat Pengunduran Diri kepada Presiden

SERIKATNEWS.COM – Presiden Joko Widodo telah menerima surat pengunduran diri dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia Edhy...

Pendidikan1 hari ago

Ungguli UI dan ITB, UGM Peringkat 57 Perguruan Tinggi Se-Asia

SERIKATNEWS.COM – Universitas Gadjah Mada (UGM) menduduki peringkat ke-57 dalam daftar QS Asia University Ranking 2021, pemeringkatan perguruan tinggi terbaik...

Hukum1 hari ago

Gatot Nurmantyo Angkat Bicara Terkait Pencopotan Baliho Habib Rizieq oleh TNI

SERIKATNEWS.COM – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait pencopotan baliho yang bergambar Habib Rizieq Shihab yang...

Populer

%d blogger menyukai ini: