Tradisi dan Pengembangan Pendidikan Alquran di Ponpes Krapyak

93

SERIKATNEWS.COM – Ribuan santri berbaur dengan masyarakat memadati Masjid Jami’ Almunawwir Krapyak, Yogyakarta, Jum’at (24/5/2019) malam. Mereka sedang khusyuk mengikuti khataman tarawih 30 Juz Alquran sekaligus memperingati Nuzulul Quran.

Tradisi ini selalu diperingati di setiap malam 20 Ramadan di Pondok Pesantren Almunawwir Krapyak. Sejak berdiri pada tahun 1911, Pesantren Almunawwir selalu memfokuskan diri dalam pengembangan pendidikan Alquran, baik metode menghafal maupun ragam qiraatnya.

Meski kurikulum pendidikan pesantren mengalami perkembangan yang sangat signifikan dari masa ke masa, kendati demikian Pesantren Almunawwir kukuh mempertahankan nilai-nilai tradisi yang sudah ditanamkan oleh pendiri KH. M. Munawwir bin Abdullah Rasyad sampai sekarang, seperti halnya tradisi mengkhatamkan Alquran 30 Juz penuh dalam salat tarawih.

Tradisi seperti ini, adalah tradisi yang tak terpisahkan dari Pondok Pesantren Al Munawwir sejak awal berdirinya. M. Mas’udi Fathurrahaman menyebutkan dalam bukunya yang berjudul “Romo Kyai Qodir” yang mengisahkan kehidupan KH. Abdul Qodir (Ayah dari KH. Najib AQ) yang menghabiskan satu setengah juz di setiap shalat tarawih. Sehingga tepat pada malam 20 Ramadan, Alquran 30 juz seluruhnya bisa khatam, atau selesai terbaca.

Sebagaimana diwasiatkan oleh Mbah Kiai Munawwir, bahwa hafidh (penghapal dan penjaga) Alquran yang ia akui (mutqin) adalah mereka yang berakhlak baik dan menjadikan hapalan Alquran sebagai bacaan salat tarawih. Sebab itulah anak keturunan beliau terus menerus menjaga tradisi pembacaan Alquran dalam shalat tarawih ini hingga sekarang.

Selaku imam salat tarawih pada Ramadan 1440 H ini ialah KH R Najib Abdul Qadir Munawwir. Ada dua fase tradisi khataman salat tarawih di Krapyak; Pertama, mulai tanggal 1-20 Ramadan beliau membaca 1,5 Juz Alquran secara tartil dalam sekali salat tarawih. Kedua, ialah fase ketika beliau membaca 3 Juz di malam 21-30 Ramadan.

Baca Juga:  Rumah Gerakan 98 Apresiasi Mundurnya Yudi Latif Dari Kepala BPIP

Selain mengkhatamkan Alquran dalam salat tarawih, KH Najib Abdul Qadir juga mengkhatamkan Alquran sekali dalam Ramadan secara tartil, atau istilah familiarnya ialah talaqqi di Aula G Pesantren Almunawwir.

Tradisi peringatan khataman salat Tarawih di Masjid itu sendiri, pertama kali dilaksanakan pada era kepengasuhan KH. Ali Maksum (Red.).

Terdapat beberapa macam teknik membaca Alquran menurut kecepatan atau temponya. Pertama, tahqiq, yakni membaca Alquran dengan lambat agar bisa tepat menempatkan hak-hak huruf yang semestinya, mulai dari makhraj, sifat-sifat huruf, maupun mad-qosr. Cara pembacaan ini dipraktikkan oleh Kiai Najib dalam pengajian Alquran secara talaqqi sehabis subuh maupun simaan Alquran usai salat duhur di Pesantren Almunawwir Krapyak.

Kedua, tadwir, yakni bacaan dengan kecepatan sedang, tidak lambat dan tidak pula cepat. Ketiga, hadr, atau pembacaan cepat, tetap sesuai dangan kaidah tajwid dan memperhatikan makhraj huruf. Sehingga tidak ada huruf yang terlipat atau saling tumpang tindih. Sedangkan tempo bacaannya tentu disesuaikan dengan ukuran dan kemampuan qari. Pembacaan semacam ini dipraktikkan dalam pelaksanaan salat tarawih di Masjid Jami’ Al-Munawwir Krapyak.