SERIKATNEWS.COM – Komite Stabilitas Sistem Keuangan Direktur Manajemen dan Hukum Risiko, Deni Ridwan menuturkan virus corona tidak berdampak signifikan terhadap sistem keungan di Indonesia. Menurutnya, saat ini sistem keuangan Indonesia masih dalam tahap terkelola dengan baik.
“Kita lebih banyak konsumsi dari dalam negeri. Jadi, masih terjaga stabilitas keuangannya. Walaupun, tetap terus ada tindakan bersama-sama,” ujar Deni di acara Seminar tentang Sistem Keuangan Indonesia dan Kerangka Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan di Bale Sawala, Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran (Unpad), Rabu (19/2/2020).
Deni mengatakan, yang harus dilihat sektor-sektor ekonomi mana yang terdampak besar. Misalnya, sektor pariwisata sehingga harus selalu dijaga stabilitasnya.
“Perlu menyiapkan intensif agar sustain tak heat terlalu dalam. Jadi harus menjaga momentum pertumbuhan,” katanya.
Deni mengatakan, untuk menjaga ekonomi stabil, yang paling memungkinkan adalah pariwisata. Karena wisata ini, akan terdampak langsung dengan penebangan dari Cina yang di-stop.
“Bali kan terlihat berpengaruh dengan di stopnya penerbangan ini. Kami coba memantau supaya industri pariwisata terus tumbuh,” katanya.
Ia menambahkan, seharuanya ada insentif dan kebijakan agar sektor ini menarik dan bisa hidup. Namun, bentuk insentifnya seperti apa masih digodok. Yang diprioritaskan, terutama tempat yang menjadindestinasi wisata mancanegara seperti Bali, Bintan, dan Yogya.
“Pariwisata ini jadi prioritas. Kami siapkan beberapa opsi jadi kalau diperlukan sudah siap dan antisipatif,” kata Deni.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...