FAHMINA menyelenggarakan kembali temu alumni Daurah Ulama Perempuan Indonesia (DKUP) sebagai bentuk refleksi gerakan para ulama perempuan dalam merealisasikan ilmu-ilmu yang diperoleh dalam acara DKUP Muda dan DKUP Pengasuh sebelumnya. Acara ini dihadiri berbagai lembaga yang bekerja sama dengan Fahmina untuk melakukan pengkaderan sebagai salah satu upaya penguatan kapasitas bagi ulama perempuan. Di antaranya Lembaga PP Dafa Besongo, PSAP, PW Fatayat NU Jateng, Madrasah Damai, PSGA IAIN Kudus, PC Fatayat NU Kab. Cirebon, ISIF, Mubadalah, Ma’had Aly Kebon Jambu, dan PP Bapenpori.
Peserta refleksi alumni DKUP sangat antusias dalam menyambut acara tersebut. Terbukti dari banyaknya perubahan yang didapat setelah mengikuti DKUP. Perubahan tersebut di antaranya adalah pengetahuan kesetaraan gender, menjadi lebih tajam dalam membuat perspektif. Hal tersebut karena banyaknya ilmu pengatahua yang terserap di setiap peserta sehingga menghasilkan keberagaman dalam berpendapat. Tidak hanya pengetahuan saja, akan tetapi sudah banyak generasi DKUP yakni dari lingkungan Bu Nyai dan Ning yang sudah melakukan aksi dalam membangun gerakan di berbagai komunitasnya. Tentu, peserta yang hadir memiliki harapan besar untuk keberlangsungan kader Fahmina dan juga KUPI di Kongres yang akan datang.
Beberapa perubahan disampaikan oleh para Bu Nyai di dalam forum yang dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda, yakni bagaimana cara pandang para Bu Nyai dalam menyikapi setiap permasalahan, seperti bagaimana menjalani kehidupan yang lebih hidup, menjalankan kehidupan dengan perspektif mubadalah, memaknai dunia dengan menjadi kader penyinar kehidupan, bagaimana memanfaatkan jaringan gagasan untuk lebih terealisasi dalam menyikapi keragaman kultur budaya. Tidak hanya itu, ada beberapa Bu Nyai yang fokus dalam penanganan kasus kekerasan seksual. Meskipun demikian, kiprah para Bu Nyai di dalam masyarakat sangat kompleks. Beliau menerapkan ilmu dan gerakan nyata di dalam kehidupan sehari-hari dalam merealisasikan ilmu-ilmu yang didapatkan.
Tentu harapan ke depan sangatlah besar dari para peserta baik untuk para kader DKUP selanjutnya, maupun untuk generasi DKUP sekarang yang tengah berjuang. Banyak sekali harapan-harapan yang diungkapkan tidak jauh dari tindak lanjut setelah adanya pertemuan refleksi alumni DKUP. Beberapa Bu Nyai mengusulkan untuk membuat DKUP yang tidak hanya dari kalangan Bu Nyai dan Ning saja, akan tetapi perlahan membuat kerjasama dengan lembaga maupun aktivis di berbagai daerah yang masih satu frekuensi. Tidak hanya itu, ada usulan terkait setiap agenda DKUP didokumentasikan beserta nama untuk menjadi kader KUPI. Selain itu, sedikit kesamaan dari para Bu Nyai dan Ning untuk memperkuat penguasaan ilmu untuk melakukan pengkaderan di masing-masing komunitas.
Tentu harapan besar DKUP menjadi tonggak kebangkitan ulama perempuan Indonesia, tidak terlepas bagaimana strategi untuk menyiapkan kader-kader terbaik di berbagai komunitas maupun lembaga sebagai bentuk penguatan kader di masa yang akan datang. Dan tentu diharapkan para Bu Nyai dan Ning untuk terus mengkampanyekan hal-hal positif termasuk dalam memperkenalkan DKUP di berbagai lingkungan masyarakat.
Menyukai ini:
Suka Memuat...