Dorong Anak Cerdas Finansial di Era Digital

12
finansial
Ilustrasi (Kompas)

SERIKATNEWS.COM – Perkembangan teknologi dapat membentuk budaya konsumtif melalui paparan informasi yang menjadi pemicu untuk berbelanja. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, sebanyak 45,14 persen masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk mencari informasi harga dan 32,19 persen untuk berbelanja online.

Fenomena ini terjadi di tengah rendahnya tingkat literasi keuangan dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan. Dalam hal pengelolaan keuangan, 54,9 persen masyarakat Indonesia menyusun anggaran keuangan bulanan. Akan tetapi, hanya 16,85 persen berkomitmen melaksanakan perencanaan keuangan.

Berdasarkan fakta ini, maka orang tua didorong untuk menyadari dan memperbaiki pengelolaan keuangan keluarga dan mulai melatih keterampilan anak dalam mengelola uang sejak dini.

Dengan demikian, Citi Indonesia (Citibank) melalui payung kegiatan CSR-nya, Citi PeKa (Peduli dan Berkarya) dan Prestasi Junior Indonesia (PJI) mendorong literasi dan inklusi keuangan melalui program Digital Financial Literacy for Children bagi siswa sekolah dasar.

Untuk mendapat manfaat program tersebut, pada Senin (15/4/2019), 100 orang tua siswa SDN 18 Pemecutan, Denpasar memperoleh edukasi pentingnya mengajarkan pengelolaan uang kepada anak di tengah tingginya paparan budaya konsumtif melalui teknologi dalam Citi Parenting Talkshow bertajuk “Cerdas Finansial di Era Digital”.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengutarakan, untuk mencapai kesejahteraan finansial, setiap individu perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai uang, membuat keputusan finansial yang cermat, dan mengelola uang dengan bijak sedari dini.

Ia berharap melalui program literasi keuangan berbasis digital ini, anak-anak dapat belajar tentang konsep dasar keuangan dengan pendekatan interaktif yang aman, komprehensif dan menyenangkan.

“Kami juga mengajak orang tua dan guru bersinergi membangun karakter dan budaya kelola uang pada anak di rumah dan di sekolah. Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menggalakkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif ( SNKI),” imbuhnya.

Baca Juga:  Presiden Janjikan Solusi Terbaik bagi Persoalan Nelayan

Senada dengan pernyataan Elvera, Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengatakan bahwa usia anak-anak merupakan momen tumbuh kembang yang di dalamnya penting untuk ditanamkan nilai-nilai dasar finansial.

“Dalam program ini, anak-anak belajar orang tua mereka perlu bekerja atau berwirausaha untuk memperoleh uang. Anak perlu cermat dalam mengelola uang saku yang diberikan dengan menabung dan membelanjakan untuk hal-hal yang dibutuhkan,” imbuhnya.