SERIKATNEWS.COM – Indonesia memerlukan redefinisi dan juga perubahan strategi pembangunan dengan mengembalikannya pada panji-panji dasar kenegaraan. Redefinisi dan perubahan mutlak diperlukan sebagai pengejawantahan gagasan politik kesejahteraan atau peta jalan menuju Indonesia Maju.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar saat menghadiri Ramadan Public Lecture yang digelar Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Kamis 14 April 2022.
“Kalau kita tidak mampu menyusun langkah baru negara kesejahteraan, langkah baru strategi pembangunan, jangan salah bangsa ini juga akan gagal, yang besar-besar akan gagal,” kata Gus Muhaimin.
Menurut Gus Muhaimin, perubahan strategi pembangunan juga diperlukan untuk mencegah terjadinya krisis, baik ekonomi, sosial, dan juga politik. “Ada kasus BLBI di mana semua konglomerat mengalami kehancuran, hingga berdampak pada munculnya moral hazard. Hari ini kita juga akan mengalami hal yang sama apabila kita tidak benar-benar mengerti dan memahami betul keputusan yang ada,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.
Dia pun menambahkan, saat ini benih krisis tersebut sudah mulai ada, misalnya ketika terjadi kelangkaan minyak goreng serta naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok. Jika dominasi pengusaha di bidang CPO (crude palm oil) dan minyak goreng tidak mau diatur pemerintah, atau pemerintah tidak berdaya menghadapi keadaan ini, nanti akan menjadi bumerang bagi pemerintah sendiri maupun pengusaha-perusahaan besar itu.
“Bumerang itu antara lain terjadi akibat dari kesenjangan yang terjadi. Apalagi tragedinya kemarin ada yang antre minyak sampai ada yang meninggal, itu sudah ancaman kemarahan yang membahayakan. Belum lagi kalau harga kebutuhan pokok naik itu juga akan membahayakan, memunculkan kecemburuan, konflik, perpecahan dan kerusakan ekonomi,” imbuh legislator dapil Jawa Timur VIII tersebut.
Gus Muhaimin menilai dinamika tersebut sebagai warning untuk segenap bangsa Indonesia, terutama pemerintah bahwa keadaan bisa sulit apabila tidak bisa diatasi dengan baik. Apalagi, kalau momentum perbaikan ekonomi saat ini terlambat mengatasi keadaan dan menjadikan kehidupan ekonomi dan politik menjadi runyam.
“Hari ini dan ke depan kita diuji dan dituntut untuk memberikan jawaban atas keadaan yang tidak menentu dan belum ada gambaran untuk diatasi di masa yang akan datang,” tukasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri menyatakan, gagasan politik kesejahteraan Gus Muhaimin sangat bagus dan cocok sebagai pondasi perubahan pembangunan Indonesia di masa depan.
“Gus Muhaimin ini luar biasa, beliau punya pemikiran dan gagasan otentik seperti politik kesejahteraan, tumbuh dalam kultur pesantren yang kuat, ketua umum PKB, lama sekali malang melintang di legislatif dan eksekutif,” katanya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...