SERIKATNEWS.COM – Puluhan kader KOPRI PB PMII turun ke basis untuk memperingati Hari Anak Sedunia. Bersama anak-anak Kampung Pilar Bekasi, KOPRI PB PMII bersama KOPRI PC PMII Bekasi Raya mengajak masyarakat untuk bergerak bersama dan merayakan hak-hak anak. Tentunya mewujudkan ruang aman bagi anak, karena anak adalah masa depan peradaban.
Keceriaan selama di kampung Pilar, KOPRI PB PMII adakan giat mewarnai logo 54 tahun HARLAH KOPRI dan bermain game. Kemudian unjuk kemampuan oleh anak-anak yang rumahnya dalam status sengketa dengan perusahaaan.
“KOPRI konsisten dan hadir menyentuh masyarakat. Kampung Pilar ini yang kesekian kalinya KOPRI adakan bakti sosial. Semoga di tempat lain, bisa menginspirasi kader KOPRI Membersamai masyarakat dengan kecakapan, keilmuwan dan kebermanfaatan,” kata Ketua Umum KOPRI PB PMII, Maya Muizatil Lutfillah, Jumat, 19 November 2021.
Menurut Maya, hingga sekarang musibah pandemi tidak jelas kapan akan berakhir. Sementara tuntutan era digital kian mendesak kecakapan pada banyak hal, maka dibutuhkan kolaborasi.
“Era digitalisasi, eranya kolaborasi dan saling melebur saling membesarkan. Apalagi di tengah kepastian pandemi yang tidak tau kapan akan berakhir. Jangan sampai KOPRI hadir hanya sebagai pelengkap,” ungkap Maya.
Abdul Rouf, pendamping sekaligus kader PMII Bekasi berkisah. Bagaimana perjalanan panjang PMII Bekasi turun mengadvokasi warga bersama LBH karena sengketa agraria sejak 2003. FOWAPTI (Forum Warga Pilar Tertindas) hampir 14 tahun dibersamai PMII Bekasi Raya. Hingga kini, otonom dengan teritorialnya
“Anak-anak pernah berkata pada kami, kalau kami di gusur, kakak PMII masih mau ngajar kami gak walau di kolong jembatan?” ucap pria yang akrab disapa Rouf, usai menyampaikan apresiasi atas kunjungan basis dari KOPRI PB PMII.
Mamay Muthmainnah sebagai penanggung jawab kegiatan ini menegaskan bahwa langkah ini sebagai upaya nyata KOPRI PB PMII peduli terhadap kasus-kasus yang menyangkut perempuan dan anak. Salah satunya kasus agraria. Sengketa tanah warga dengan perusahaan ini mampu terinformasikan kepada khalayak yang berimbas kepada perempuan dan anak.
“Sebagai informasi, saat ini kampung Pilar sudah memiliki Taman Belajar Masyarakat (TBM). Di mulai tahun 2019 dengan segelintir anak, saat ini sudah mencapai 60 anak,” ungkap Mamay.
Kemudian Karenina, salah satu perwakilan KOPRI Bekasi Raya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada KOPRI PB PMII karena telah mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan. “Kami tersentuh, karena kasus ini akhirnya bisa disuarakan bersama KOPRI PB PMII, sebab yang paling sulit adalah istiqomah kami dalam memebersamai anak-anak korban penggusuran yang sampai hari ini kasusnya belum juga kunjung selesai,” tegas perempuan yang biasa disapa Nina.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...