SERIKATNEWS.COM – Nova Alfati selaku Koordinator War Room Direktorat Saksi TKN menjelaskan bahwa TKN menemukan banyak kejanggalan dalam klaim real count Paslon 02. Tim Prabowo-Sandi ternyata hanya menggunakan sampling dari 19 dari 11.700 TPS di DIY, dan 7 dari 12.834 TPS di Bali.
TKN melihat bahwa kubu 02 sengaja menggunakan data sampling yang lebih sempit ini untuk menciptakan persepsi yang salah di masyarakat.
“Klaim kemenangan 62% paslon 02 menggunakan metode penghitungan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan,” ujar Alfati Nova, di Posko Cemara, Jakarta, Rabu (24/4/2019).
Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong menambahkan, secara historis Bali merupakan basis suara PDIP dan pemilih setia Jokowi sejak 2014. Berdasarkan hal ini, klaim kemenangan pihak 02 sebenarnya mudah dipatahkan.
“Pihak 02 kurang cerdas bohongnya, gampang dipatahkan dengan logika sederhana. Bagaimana mungkin mereka klaim menang 300 suara di TPS dengan jumlah DPT 300 orang,” ungkap Usman Kansong.
TKN Tampung Puluhan Ribu Laporan Kecurangan
Direktur Hukum dan Advokasi TKN Irfan Pulungan menyampaikan, TKN telah menampung hampir 25 ribu laporan kecurangan Pilpres 2019 yang merugikan paslon 01 pada periode 9 April hingga saat ini. Seluruh laporan masyarakat masuk melalui jalur hotline pengaduan yang disediakan TKN.
Saat ini, TKN sedang mendata ulang dan segera membagi laporan berdasarkan jenis pelanggaran pemilu sesuai ketentuan yang berlaku sebelum dirilis ke publik.
“Rencananya besok akan dirilis. Kita akan buktikan kecurangan mereka. Karena selama ini pihak sebelah selalu sebut ada kecurangan masif yang merugikan paslonnya,” ujar Irfan Pulungan.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...