SERIKATNEWS.COM – Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa Kemendes PDTT saat ini tengah berfokus untuk program Ketahanan Pangan, termasuk era pasca Covid-19. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan sekaligus melepas peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Solo (UNS) secara virtual pada Jumat (15/5/2020).
Pada kesempatan itu, Gus Menteri (sapaan akrab Menteri Desa) meminta para mahasiswa KKN UNS untuk bisa melihat potensi ketahanan pangan yang bisa dikembangkan di desa lokasi KKN.
“Ketahanan pangan itu ada dua, satu urusan intensifikasi dan ekstensifikasi produk ketahanan pangan, kedua diversifikasi pangan,” kata Gus Menteri.
Dia mengatakan, untuk program ketahanan pangan ini, Kemendes PDTT sedang fokus di daerah-daerah transmigrasi karena dengan intensifikasi itu ada dua hal yang akan diuntungkan, yaitu pertama para transmigran bakal alami peningkatan produktivitas pertanian dan kedua kebutuhan pangan semakin kecukupan.
“Sebanyak 1,8 juta hektare lahan transmigrasi dipersiapkan untuk membantu ketahanan pangan pasca pandemi Covid-19. Lahan ini akan dilakukan intensifikasi untuk mempercepat dan meningkatkan jumlah produksi padi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan dari 1,8 juta hektare lahan tersebut, sebanyak 500 ribu hektare sudah melakukan produktivitas. Intensifikasi pada 500 ribu hektare lahan tersebut diperkirakan akan memenuhi kebutuhan pangan sebanyak 16 juta orang per tahun.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...