SERIKATNEWS.COM – Koordinator Satgas COVID-19 UGM, dr. Rustamadji menanggapi persoalan klaster baru penyebaran COVID-19 di perkantoran. Dia menyebutkan bahwa UGM sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sebelum menerapkan pelonggaran pembatasan maksimal di kampus beberapa waktu yang lalu.
Rustamadji menjelaskan bahwa Surat Edaran Menuju Tatanan Kenormalan Baru di Universitas Gadjah Mada yang dikeluarkan pada awal Juni lalu mengatur langkah-langkah persiapan pemulihan layanan akademik dan nonakademik secara menyeluruh dengan tetap memberikan perlindungan kesehatan bagi sivitas UGM.
“Salah satu langkah yang diambil adalah perubahan sistem kerja yang meliputi penyesuaian sistem kerja melalui fleksibilitas pelaksanaan tugas kedinasan dari kantor dan dari rumah, penyesuaian tata laksana, serta penyiapan dukungan infrastruktur,” ujar dr. Rustamadji, seperti dilansir dari laman resmi UGM, Rabu (29/7/2020).
Menurutnya, UGM juga menetapkan kebijakan pembukaan kegiatan akademik secara bergelombang sehingga arus kedatangan mahasiswa kembali ke kampus juga berjalan secara bertahap.
“Virus ini kan tidak bisa bergerak sendiri, tapi orangnya yang bergerak. Jadi, kita buat bergelombang agar jika ada sesuatu hal penyebarannya tidak cepat meluas,” imbuhnya.
Sejak penerapan kebijakan ini, lanjut dr. Rustamadji, masing-masing unit sudah cukup berhasil menerapkan protokol kesehatan, bahkan mengembangkan sejumlah inovasi langkah pencegahan penularan COVID-19.
“Sejauh ini hasilnya sangat baik. Kalau dilihat jumlah kunjungan berkaitan dengan COVID sejauh ini tidak ada kasus tenaga kependidikan yang terpapar dan kemudian terinfeksi,” pungkasnya.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...