Kota Jambi Kembali Berselimut Asap

32
Karhutla
Ilustrasi: Berita Satu

SERIKATNEWS.COM – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menyelimuti wilayah Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi, Senin (4/11/2019) pagi. Tampak asap cukup pekat dan membatasi jarak pandang hingga batas dua kilometer. Namun asap belum sampai mengganggu aktivitas warga masyarakat.

Munculnya asap kembali di Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi menyusul tidak turunnya hujan di daerah itu dua hari terakhir. Tidak turunnya hujan tersebut diperkirakan membuat bekas kebakaran hutan dan lahan gambut yang belum padam total menyebarkan asap.

Asap yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Jambi juga diperkirakan berasal dari Karhutla di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), jumlah titik api di wilayah OKI mencapai tujuh titik.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Jambi, Addi Setiadi menjelaskan bahwa asap yang kembali menyelimuti Kota Jambi bukan berasal dari karhutla di Jambi. Asap tersebut diperkirakan sisa-sisa pemadaman karhutla yang tertiup angin ke wilayah Kota Jambi.

“Pantauan kami melalui satelit Terra/Aqua LAPAN sejak Minggu (3/11/2019) pagi hingga Senin (4/11/2019) pagi ini tidak ada titik api di Provinsi Jambi. Jadi asap yang muncul kembali di Kota Jambi berasal dari sisa pemadaman karhutla yang belum hilang dan tertiup angin ke wilayah Kota Jambi,” ujarnya di Kota Jambi, Senin (4/11/2019) pagi.

Menurut Addi Setiadi, asap menghilang di wilayah Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi selama dua pekan terakhir menyusul meningkatnya curah hujan di daerah itu. Curah hujan di Jambi diperkirakan masih terus meningkat hingga pekan kedua November ini.

Baca Juga:  Rampak Sarinah Tulungagung Memperluas Gerakan Menanam Sayur di Perkotaan

“Mengantisipasi peningkatan curah hujan beberapa pekan mendatang, kewaspadaan banjir, angin puting beliung dan longsor di Jambi perlu ditingkatkan. Hujan lebat disertai angin kencang di Jambi berpeluang terjadi sore dan malam hari,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Johansyah mengatakan, untuk mengantisipasi bencana banjir dan longsor di daerah itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar, pada hari Selasa (5/11/2019) akan mengadakan rapat koordinasi mengenai antisipasi penanggulangan banjir dan longsor dengan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) se-Provinsi Jambi dan dinas instansi terkait.

“Setelah selesai bencana asap, kini Pemprov Jambi siap-siap menghadapi bencana banjir dan longsor. Kesiapan Jambi menghadapi bencana banjir dan longsor akan dibahas dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana alam besok, Selasa (5/11),” katanya.