Connect with us

News

Lewat Sandiwara Radio, BNPB Perkuat Literasi Kebencanaan Masyarakat

Published

on

BNPB melalui Bidang Komunikasi Kebencanaan, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan melakukan penguatan literasi, edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat yang dikemas melalui sandiwara radio dengan judul “Bunga-Bunga Cinta”. (Foto: BNPB)

SERIKATNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Bidang Komunikasi Kebencanaan, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan melakukan penguatan literasi, edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Kali ini, penguatan literasi kebencanaan dikemas melalui sandiwara radio dengan judul “Bunga-Bunga Cinta”.

Naskah sandiwara radio itu ditulis oleh Agus Noor. Isinya menceritakan kisah cinta kehidupan mahasiswa dan mengambil latar kejadian yakni saat meletusnya Gunung Merapi di Jawa Tengah pada 2010 silam.

Dalam drama mini seri itu, literasi kebencanaan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam alur cerita melalui dialog antar tokoh. Secara tidak langsung menjelaskan tentang bagaimana tanda-tanda fenomena alam yang dapat berpotensi menjadi bencana.

Di samping itu, dalam sandiwara radio juga dijelaskan tentang bagaimana upaya mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, yang disisipkan melalui dialog antar tokohnya.

Materi pembelajaran tentang kebencanaan yang dikemas lewat kisah serial drama mini seri itu diputar di 78 radio lokal di Kabupaten/Kota di Tanah Air, dengan 25 episode berdurasi 30 menit sejak Jumat (5/11) hingga Senin (29/11) yang akan datang.

“Penggunaan media radio sebagai corong diseminasi literasi kebencanaan dipilih mengingat radio memiliki segmen dan konsumen tersendiri di tengah masyarakat,” ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D. seperti dikutip dari laman resmi BNPB, Sabtu 27 November 2021.

Menurutnya, media radio juga memiliki eksistensi yang sampai saat ini masih dapat bertahan dan mampu bersaing dengan bertumbuhnya ragam media informasi yang lain serta menjangkau lebih banyak masyarakat. Bahkan bisa menjangkau ke penjuru daerah yang mungkin tidak dapat dicapai media lainnya.

“Bentuk sinergi antara BNPB, BPBD, media radio dan masyarakat ini sekaligus menjadi wujud implementasi dari optimalisasi unsur ‘pentaheliks’ dalam penanggulangan bencana,” tambah dia.

Baca Juga:  Doa Kiai Ma'ruf untuk Ulang Tahun Jokowi ke-58

Dari seluruh pemutaran serial drama mini seri di berbagai Kabupaten/Kota, Bidang Komunikasi Kebencanaan, Pusdatinkom BNPB juga menggelar talkshow di beberapa stasiun radio bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Hal ini dilakukan guna memperkuat informasi dan menyampaikan kebijakan daerah yang telah dirancang dan disiapkan dalam pengurangan risiko serta penanggulangan bencana.

Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dan menanyakan segala hal terkait kebencanaan melalui talkshow tersebut.

Sebagaimana yang dilakukan di Stasiun Radio Manggarai (RM) 88,00 FM pada Rabu (24/11/2021), Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB menggandeng BPBD Manggarai Barat dalam kegiatan talkshow yang masuk dalam rangkaian pemutaran sandiwara radio “Bunga-Bunga Cinta”.

Radio Manggarai FM dipilih karena memiliki cakupan frekuensi yang cukup luas dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat hingga wilayah penyangga lainnya. Kantor Radio Manggarai 88,00 FM yang berada di Kelurahan Lawur, Langke Rembong, Manggarai-Flores, NTT itu juga memiliki banyak pendengar setia dari kalangan remaja hingga usia lanjut.

Di samping itu, pemilihan lokasi dalam kegiatan talkshow dengan topik “Manggarai Barat Sadar Bencana” itu didasarkan pada rencana kontijensi yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dalam menyongsong Labuan Bajo sebagai salah satu kawasan Pariwisata Super Prioritas yang aman bencana, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo.

Kegiatan talkshow di Radio Manggarai FM itu sekaligus menutup dari seluruh rangkaian yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di dua tempat, yakni Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan Kabupaten Tomohon, Sulawesi Utara.

Advertisement

Terkini

News2 jam ago

Rusia, AS Dan Nato Semakin Memanas

SERIKATNEWS.COM, Jakarta -Hubungan antara Rusia dengan AS dan NATO semakin memanas, apalagi ditambah Rusia yang mengumumkan akan menggelar Latihan militer...

News13 jam ago

Langkah-Langkah PLN Jelang Implementasi Regulasi Nilai Ekonomi Karbon

SERIKATNEWS.COM- PT PLN (Persero) siap memberikan kontribusi dan telah memantapkan langkah-langkah strategis terkait rencana implementasi regulasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK)...

News14 jam ago

HMI Badko Jatim Tegas Kawal Pembangunan Ekonomi Jatim Secara Masif

SERIKATNEWS.COM – Wajah baru HMI Jawa Timur telah hadir dengan agenda, terobosan baru dan berbagai tawaran ide untuk HMI Jawa...

Daerah15 jam ago

Seorang Warga Bunuh Diri di Sungai Tangsi Salaman, Diduga Karena Terlilit Hutang

SERIKATNEWS.COM – Seorang warga ditemukan di Sungai Tangsi, Salaman dalam keadaan meninggal dunia. Diduga korban bunuh diri karena stres terhimpit...

News16 jam ago

Sitaan Satgas BLBI Tembus Rp15 Triliun

SERIKATNEWS.COM – Menkopolhukam Mahfud MD menyampaikan update informasi tentang perkembangan pelaksanaan tugas Satgas BLBI selama 7 bulan bekerja. “Sekarang ini...

News18 jam ago

Selenggarakan Wisuda, Unusia Bertekad Jadi Pusat Pengembangan SDM Indonesia

SERIKATNEWS.COM – Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) menyelenggarakan wisuda ke-VIII yang diikuti oleh 313 wisudawan. Dengan menerapkan protokol...

News20 jam ago

Marak Galian C Ilegal, Karsa Datangi Kapolres Sumenep

SERIKATNEWS.COM – Maraknya aktifitas penambangan galian c ilegal di Kabupaten Sumenep membuat sejumlah aktivis yang tergabung dalam KARSA geram, sehingga...

Populer

%d blogger menyukai ini: