SERIKATNEWS.COM – Scholarspace adalah sebuah proyek sosial yang bergerak di bidang pendidikan. Guna menjawab kebutuhan akan hak semua orang dalam mendapatkan akses pendidikan secara gratis seperti tagline “Education Should be Free”.
Proyek sosial ini diinisiasi oleh tiga orang alumni luar negeri, yaitu Anggi Regiana Agustin (Taiwan-Jepang), Alif Paramardhika Putera (Azerbaijan), dan Salsabila Amanda Putri (Jepang).
Dengan mengusung slogan “Orbiting Your Dreams”, Scholarspace berkomitmen penuh membantu siapa saja meraih mimpi mereka untuk melanjutkan studi di luar negeri. Khususnya, ke jenjang Strata 2 dan 3.
Melalui terselenggaranya Grand Launching dan Webinar, Scholarspace resmi menjadi wadah informasi terkait studi lanjutan ke luar negeri. Mengangkat tema “Meraih Asa Berkuliah ke Luar Negeri”, acara perdana yang diikuti oleh 80 partisipan melalui ruang virtual Zoom ini menghadirkan berbagai narasumber kompeten dalam bidangnya.
Salah satunya Dr. Tubagus Arya Gunawan merupakan Doctor of Philosophy in Mechanical Engineering di National University of Ireland, Galway, Irlandia yang juga menyelesaikan studi Master of Science in Energy Engineering di Technical University of Berlin, Jerman pada Agustus 2013 silam.
Menurut Arya bukan sebuah masalah jika mengambil program studi tidak sesuai dengan jurusan pada saat menempuh S1. Namun poin penting yang ditekankan adalah harus tetap ada benang merah pada jurusan yang diambil ketika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kemudian Kinanti Hantiyana Aliyah seorang mahasiswi yang menyelesaikan jenjang strata satu sampai starta tiganya di luar negeri. Menurutnya melanjutkan kuliah di negeri asing bukan semata-mata keputusan tiba-tiba.
“Berawal dari info guru saat duduk di bangku kelas 12 dan faktor lingkungan serta kesempatan untuk melanjutkan perkuliahan di negeri asing membuat seorang Kinan mengeksplorasi banyak hal,” katanya.
Terakhir Dr. Fadil Habibi Danufane seorang Postdoctoral Researcher di King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) juga membagikan pengalaman kuliahnya dari mulai menempuh S2 di Kota Kanazawa, Jepang sampai bagaimana mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan postdoctoral. Menurutnya memang untuk mencari beasiswa itu susah-susah gampang dan tergantung keperluan masing-masing.
Danu juga berbagi tips ketika ingin melamar beasiswa baiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bisa dengan mencari profesornya terlebih dahulu atau sebaliknya dapat mencari program beasiswanya dahulu.
“Karena bisa saja jika sudah dapat profesor, tapi ternyata tidak ada beasiswa yang menanggung. Untuk itu memang bisa kembali disesuaikan dengan kebutuhan dari indvidu masing-masing,” katanya.
Dengan adanya Scholarspace sebagai media akselerasi, generasi muda diharapkan dapat lebih termotivasi dan mampu memupuk semangat juang mereka dalam mewujudkan mimpi menjajaki kampus impian di seluruh dunia. Nantinya, akan ada banyak sesi bimbingan beasiswa, persiapan tes TOEFL, webinar, serta small group discussion yang akan membantu siapa saja mewujudkan mimpinya berkuliah di luar negeri tanpa pungutan biaya apa pun.
Siapa pun bisa mengakses serta bergabung dalam program Scholarspace karena seluruh program akan dipublikasikan melalui akun media sosial di https://www.instagram.com/scholarspace_id/ atau dapat bergabung juga di https://t.me/scholarspace untuk info lebih lanjut.
Ayo bersama Scholarspace, “Orbiting Your Dreams”!
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...