SERIKATNEWS.COM – Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan 33,5 persen masyarakat kurang banyak beraktivitas fisik. Kemudian diteliti lebih lanjut dalam pengukuran kebugaran yang dilakukan Kementerian Kesehatan terhadap beberapa kelompok masyarakat. Ditemukan, 45 persen tingkat kebugaran jasmani yang masih kurang. Bahkan, 45 persen masyarakat memiliki berat badan berlebih dan obesitas.
Hasil riset ini mendorong adanya kolaborasi dalam peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang, sendi, dan otot dengan memperbanyak aktivitas fisik. Sekalipun berada di rumah, menjaga kesehatan tulang tetap penting.
“Meskipun dalam situasi pandemi, perilaku hidup sehat aktif harus tetap dilakukan. Sebab investasi kesehatan jantung, paru, dan termasuk juga kesehatan tulang, sendi, otot sejak usia dini penting untuk kesejahteraan secara menyeluruh di setiap tahapan kehidupan,” ujar Riskiyana Sukandhi Putra, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI seperti dikutip dari Tempo, Kamis, 08 April 2021.
Menurutnya, Kemenkes merancang Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS). Tujuannya, mendorong masyarakat agar rutin melakukan aktivitas fisik dan menerapkan perilaku sehat serta pola makan gizi seimbang.
“Sebaiknya masyarakat melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit selama 3-5 kali seminggu,” saran Riskiyana.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Bagus Putu Putra Suryana, juga mengatakan pentingnya aktivitas fisik demi menjaga kesehatan. Terutama untuk kesehatan tulang dan sendi.
“Demi investasi kesehatan di masa depan, seseorang harus aktif melakukan aktivitas fisik sejak dini. Serta konsumsi asupan kalsium dan vitamin D yang cukup sebagai investasi agar tulang cukup padat dan tetap optimal hingga hari tua,” kata Bagus.
Menurutnya, selama mendapatkan asupan makanan maupun sinar matahari yang cukup, maka kebutuhan vitamin D dan kalsium dapat terpenuhi. Namun, jika asupannya kurang, maka berdampak negatif bagi tubuh. Misalnya peningkatan risiko osteoporosis dan juga artritis yang berkaitan dengan osteoporosis.
Ketua dan Pendiri Komunitas Lansia Sejahtera Surabaya, Siti Pariani, menekankan pentingnya aktivitas fisik bagi lansia yang lebih rentan dibanding orang yang lebih muda. “Aktivitas fisik untuk lansia bisa tetap dilakukan selama berpuasa di bulan Ramadan dengan intensitas sedang, seperti jalan kaki jarak dekat, membersihkan rumah, bersepeda santai, naik tangga, hingga berkebun,” kata Siti. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...