SERIKATNEWS.COM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar mengingatkan komitmen Indonesia untuk segera menyiapkan perencanaan transisi energi dari energi fosil menjadi energi hijau. Hal itu sebagaimana digaungkan KTT Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-bangsa ke-26 (COP26) beberapa waktu lalu.
Menurut Muhaimin, sudah waktunya pemerintah menyiapkan roadmap yang jelas dan terukur soal transisi energi dari fosil ke energi hijau. “Bagi saya, PKB, transisi energi ini tidak boleh ditunda-tunda,” kata Muhaimin di Jakarta, Senin, 22 November 2021.
Muhaimin sepenuhnya mendukung seruan Presiden Jokowi bagi Pertamina dan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera mengakselerasi penyusunan peta jalan dan strategi Indonesia dalam menjalankan transisi energi secara komprehensif.
“Saya mendukung penuh Presiden, bahwa Pertamina dan PLN sebagai induk energi Indonesia harus segera menyusun roadmap itu. Rencanakan dengan baik skemanya dan targetnya juga harus jelas,” tambah Wakil Ketua DPR RI ini.
Dia pun menilai, perubahan iklim merupakan ancaman global yang dampaknya akan dirasakan seluruh dunia tanpa terkecuali, seperti pandemi Covid-19. Terlebih muncul bukti sains dan kualitatif yang tidak bisa dibantah bahwa bumi semakin panas, cuaca ekstrem, permukaan air laut naik dan banjir dalam skala yang ekstrem.
“Semuanya akibat dari perubahan iklim. Perubahan iklim adalah ancaman katastropik (mematikan) bagi keberlanjutan dan kemakmuran semua negara dan semua penduduk dunia,” tambahnya lagi.
Pihaknya menegaskan, Indonesia memiliki kedudukan khusus dan dapat memainkan peran penting dalam mendinginkan suhu bumi. Disebutkan juga bahwa Indonesia sebagai paru-paru dunia, karena hutan alam dan mangrove akan dan telah menyerap karbon dalam skala raksasa.
Meski demikian, Muhaimin mengakui bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kerentanan ekstrem akibat perubahan iklim, naiknya permukaan laut, curah hujan ekstrem dan kegagalan panen. Oleh karena itu, Muhaimin menyatakan perlu solusi-solusi perubahan iklim yang urgen dan mendesak untuk kepentingan Indonesia dan kebutuhan dunia.
“Kita perlu menggunakan pendekatan ‘a whole government’ dan ‘a whole society’ untuk mencapai target peak emission nasional dan carbon net sink FOLU (Forestry and Other Land Use) pada tahun 2030 dan Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat,” pungkasnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...