SAMPANG – Kabar baik datang bagi para petambak garam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Di tengah musim panen raya, PT Sumatraco menyatakan kesiapannya menyerap hasil produksi garam rakyat Madura hingga 50.000 ton.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penyerapan garam lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petambak di Pulau Madura.
Perwakilan PT Sumatraco, Muhammad Ishak, mengapresiasi kerja keras para petambak yang mampu menghasilkan garam dengan kualitas yang dinilai baik. Menurutnya, potensi produksi garam di Madura masih terbuka untuk terus dikembangkan.
Untuk tahap awal, perusahaan menargetkan penyerapan garam rakyat sebanyak 50.000 ton. Namun, jumlah tersebut berpeluang meningkat sesuai dengan kondisi produksi dan ketersediaan garam di lapangan.
“Sementara masih 50 ribu ton, ada kemungkinan juga naik menyesuaikan dengan kondisi garam yang ada di Madura,” ujar Ishak. Minggu (11/10/2026)
Ia menegaskan, kualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan nilai jual garam. Karena itu, para petambak, khususnya petani binaan, diharapkan terus meningkatkan mutu produksi agar dapat memperoleh harga jual yang lebih baik.
“Harapannya untuk petani, khususnya petani binaan, kita bisa membuat garam dengan kualitas yang bagus. Karena dengan kualitas yang bagus tersebut, kita juga bisa memberikan harga yang bagus juga,” imbuhnya.
Meski kualitas garam yang dihasilkan petambak saat ini dinilai sudah cukup baik, Ishak menyebut masih ada sejumlah aspek yang dapat ditingkatkan. Salah satunya berkaitan dengan masa pengolahan garam agar hasil panen memiliki kualitas yang lebih maksimal.
Ia menyarankan para petambak memperpanjang masa pengolahan hingga minimal 20 hari untuk mendukung peningkatan kualitas garam yang dihasilkan. “Kalau peningkatan, diharapkan ke depan para petani juga bisa membuat garam dengan usia minimal 20 hari,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang petani garam, Ali Hosen, mengaku kondisi cuaca yang mendukung serta perhatian pemerintah memberikan dampak positif terhadap kegiatan produksi garam pada musim panen kali ini.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi petambak untuk mendapatkan hasil panen yang lebih baik. “Kalau saat ini pemerintah yang sangat mendukung dengan cuaca lagi pas untuk garam, ya sangat baguslah sekarang,” ujar Ali.
Meski demikian, ia mengakui harga garam di tingkat petambak masih mengalami fluktuasi mengikuti perkembangan pasar nasional. Kondisi tersebut membuat nilai jual garam belum selalu stabil.
“Untuk harga itu tidak tentu, Mas, misalnya turun ya turun, misalnya yang naik ikut naik juga,” katanya.
Ali menyebut, harga garam di tingkat petambak saat ini berada di kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000. Ia berharap penyerapan garam oleh perusahaan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian petambak, terutama melalui peningkatan harga jual yang lebih menguntungkan.
“Harapan ke depan buat petani, harga garam sudah makin naik,” pungkasnya.
Wartawan Serikat News di wilayah Sampang, Madura