SERIKATNEWS.COM – Permainan sodoran menjadi ajang pelestarian permainan tradisional dalam Pekan Kreativitas Siswa SMPN 2 Gempol, Kabupaten Cirebon, Selasa pagi, 13 Desember 2022.
Pekan Kreativitas Siswa (PKS) merupakan suatu pekan atau lomba yang dilaksanakan di setiap sekolah, pasca pelakasaan ujian semester yang dilaksanakan dua kali dalam setahunnya.
Pekan Kreativitas Siswa ini berlangsung dengan meriah disambut baik oleh masyarakat sekitar dan alumni SMPN 2 Gempol yang turut hadir menyaksikan siswa yang sedang melangsungkan perlombaan.
Pekan Kreativitas Siswa ini tidak lain untuk mengisi kekosongan kegiatan siswa setelah melaksanakan ujian semester sekolah, agar terus produktif dan tetap fokus melakukan kegiatan positif.
“Pekan Kreativitas Siswa ini salah satunya untuk menampilkan bakat diantaranya seperti lomba futsal, voli, tarik tambang dan sodoran,” kata Saepudin Juhri atau Uje sapaan akrabnya yang merupakan Wakasek Kesiswaan.
Hal menarik dalam Pekan Kreativitas Siswa di SMPN 2 Gempol ini adalah menampilkan permainan tradisional yang sudah jarang sekali ditemukan dalam masyarakat umum, yaitu sodoran.
Menurut Uje, permainan sodoran ini harus dilestarikan. Jangan melupakan yang lama dan perlu mengenang bahwa permainan sodoran itu olahraga rakyat. Permainan orang desa yang tidak perlu mengeluarkan biaya, tetapi menyehatkan.
“Kami akan terus melestarikan permainan tradisional, di mana masyarakat sekitar kita atau lingkungan sekitar sekolah juga selalu memainkan dan mengenang permainan-permainan zaman dahulu seperti glondrong crek, lenjangan dan kasti. Dan akan kami lombakan dalam setiap kesempatan yang ada untuk selalu mengenang,” ucap Uje.
Kemas M Saleh, selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Gempol mengatakan, Pekan Kretivitas Siswa ini memberikan edukasi kepada siswa untuk memanfaatkan waktu yang ada agar produktif.
“Maka diharapkan anak-anak ini mengisi kegiatan di sekolah. Salah satu yang unik adalah melaksanakan kegiatan yang berbau tradisional yaitu permainan sodoran yang diikuti oleh semua kelas. Sodoran ini dikembangkan sebagai sebuah permainan yang mana akan mengurangi sikap siswa dalam penggunaan gadget di sekolah,” tuturnya.
Permainan sodoran ini, kata Kemas, menggunakan pola gerakan badan agar sehat karena tetap berkonsentrasi dengan berlari. Selain itu, sekolah akan terus menggali minat dan bakat siswa yang dapat dikembangkan.
“Sekolah tentunya tidak bisa berdiri sendiri dan itu harus ada kerjasama dengan pihak lain seperti internalnya yaitu orang tua siswa dan pihak eksternalnya yaitu desa, yang didesa juga ada Karang Taruna atau Sanggar untuk pengembangan minat dan bakat siswa,” tutupnya.
Wartawan Serikat News Kabupaten Cirebon
Menyukai ini:
Suka Memuat...