Pemkot Surabaya Sediakan 702 Beasiswa

10

SERIKATNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan sebanyak 702 beasiswa untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu di delapan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tersebar di Kota Pahlawan.

Dikutip dari tempo.co, Jumat (14/6/2019), Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, M. Ikhsan mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan delapan PTN agar proses pencairannya langsung dari dinas ke kampus. Sedangkan untuk uang transport, akan diberikan langsung ke mahasiswa.

Adapun beberapa syarat untuk mendapatkan bantuan beasiswa, sebelumnya mahasiswa tersebut telah diterima ataupun sudah menjalankan pendidikan di salah satu dari delapan PTN, kemudian mahasiswa tersebut berasal dari keluarga tidak mampu.

Delapan PTN tersebut terdiri dari Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya (ITS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes, dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim.

Rektor Universitas Airlangga, Prof. Mohammad Nasih sebelumnya menyatakan Unair akan memprioritaskan pendaftar dari jalur Bidikmisi dan Komitmen Khusus pada jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) yang telah dibuka sejak 10 Juni 2019.

“Skor pendaftar bidikmisi akan kami tambah. Jadi pendaftar bidikmisi yang skornya rendah tapi bisa bersaing dengan skornya tinggi. Sehingga kami bisa memberi peluang bagi calon mahasiswa yang tidak mampu,” katanya.

Dihubungi terpisah, Legislator DPRD Kota Surabaya, Agustin Poliana, mengusulkan keberlanjutan program Bidikmisi atau bantuan pendidikan kepada lulusan SMA atau sederajat yang tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Kota Surabaya.

Agustin yang juga Ketua Komisi D Bidang Kesra dan Pendidikan DPRD Surabaya itu, mengatakan pihaknya meminta kepada Pemkot Surabaya khususnya Dinas Pendidikan selaku pengelola anggaran untuk mempertimbangkan pasca-kelulusan para penerima program Bidikmisi.

Baca Juga:  Dekan Fishum : LKM Harus Terus Berinovasi

“Jadi tidak hanya membiayai saja yang ditanggung, tetapi juga pemerintah punya tanggung jawab untuk mengembangkan kemampuannya (tenaga dan pikirannya) pasca-kelulusannya. Mungkin bisa dipekerjakan lingkup Pemkot Surabaya,” katanya.

Selain itu, Agustin juga menyampaikan kepada para orang tua calon mahasiswa yang berlatar belakang dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa optimistis jika putra dan putrinya lulusan SMA sederajat masih bisa mengenyam pendidikan tinggi secara gratis yang dibiayai oleh APBD Surabaya.

Caranya, setelah siswa lulusan SMA sederajat dinyatakan diterima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan menyelesaikan seluruh adiministrasinya untuk semester awal, bisa langsung melaporkan ke Dinas Pendidikan Surabaya untuk mendaftarkan diri sebagai penerima program Bidikmisi.

“Untuk biaya administrasi semester awal diselesaikan saja dulu. Entah bagaimana caranya. Setelah itu silakan mengajukan permohonan beasiswa ke Dinas Pendidikan untuk mendapatkan pembiayaan gratis dari program Bidikmisi,” tutupnya.