Pengamat Ekonomi INDEF sebut Tim Ekonomi Presiden Jokowi Belum Bekerja Baik

8
ekonomi
Ilustrasi: Tribun News

SERIKATNEWS.COM – Pengamat ekonomi INDEF, Andri Satrio Nugroho menyebut rendahnya realisasi penerimaan negara jelang akhir tahun 2019 menunjukkan kinerja tim ekonomi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum mampu bekerja dengan baik, karena yang terjadi adalah penurunan terus.

Menurut Andri Satrio Nugroho, pasar pun masih harap-harap cemas menunggu perubahan dan langkah dari pemerintah. Untuk itu, ada sejumlah poin yang bisa dibaca dari belum tercapainya target penerimaan negara.

Pertama, adanya pelemahan daya beli yang bisa dilihat dari rendahnya realisasi pendapatan pajak PPN Dalam Negeri yang turun 2,4% (Januari-Oktober) atau lebih dibandingkan periode sama di tahun lalu.

“PPn dalam negeri ini merupakan kontributor terbesar terhadap penerimaan pajak,” kata Andri dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/12/2019).

Kedua, adanya pelemahan industri domestik yang terlihat dari PPh badan yang turun sebesar 0,7%. Lebih detail, sektor dengan kontribusi penerimaan pajak terbesar yaitu industri pengolahan turun sebesar 3,5%. Sektor yang mendukungnya seperti perdagangan juga tumbuh rendah sebesar 2,5%.

“Secara makro, kombinasi rendahnya daya beli domestik dan melemahnya industri dalam negeri mampu menurunkan penerimaan pendapatan dari pajak secara signifikan,” katanya.

Andri pun mengatakan inflasi yang rendah saat ini masih belum meningkatkan daya beli masyarakat. Hal ini terlihat dari upah riil yang masih terbilang cukup stagnan.

“Di sisi lain, industri masih melihat apakah ada perubahan regulasi dalam tahun transisi saat ini. Ditambah juga melihat kondisi global saat ini yang masih belum memberikan kepastian mengenai belum turunnya tensi perang dagang. Sehingga menahan kemampuan untuk ekspansi bisnisnya,” kata Andri.

Andri tidak mau masuk terlalu jauh mengenai kinerja para menteri Jokowi. Namun dia menyesalkan keberadaan menteri-menteri di periode lalu yang tak memiliki kompetensi sesuai dengan kementerian yang dipimpin.

Baca Juga:  PDI Perjuangan: “Pak Jokowi dan Ibu Megawati Satu Kesatuan Kepemimpinan untuk Rakyat”

“Kita cukup menyesalkan karena beberapa jabatan strategis diisi oleh parpol non latar belakang sesuai dengan kementerian,” imbuhnya.