Connect with us

Puisi

Puisi-Puisi Aang MZ.

Published

on

Mencari Pintu
Ilustrasi Puisi Mencari Pintu © ayatullahartdesign

Mencari Pintu

Gara-gara matamu aku terjatuh ke jurang asmara
Mencari jalan keluar aku tak bisa
Sedang kau memeliharaku dengan cara yang tak biasa
Acap kali kau memberikan permen lewat secuil bibirmu yang melahirkan tebu
Lalu menepi ke bawah hidungku
Saban waktu mulutmu bertunas, bertunas mekar mewangi
Hingga aku luluh pada pencarian pintu

06-03-2020

Hujan di Balik Bilik

Lantaran ada hujan di balik bilik
Halaman rumah basah
Di tangisi air merta jiwa
Jendela menangis sendu di ranjang hujan
Aku seperti dikurung di sangkar burung
Hanya berkicau diksi-imajinasi yang terjadi
Hujan masih bergelayut dengan rilis
Dingin menyambar ke dalam ruang, mengepal perlahan
Pada mata yang akan menghampiri kelamunan mimpi
Tapi aku bertahan perlahan
Sebab di situ pula aku belum sempurna melihat hujan tiba

07-03-2020

Bisu dan Nasib

Di dekatku seumpama ada rupa
Yang memberikan istimewa pada nafsu
Mungkin aku tak mengenal waktu
Selambaian kata jadi bisu
Manakala ada pohon yang gaduh di dekatku

Lebih-lebih kuterkam lebih petang
Meski akhirnya kumenerima sapuan dari tangkainya

08-03-2020

Museum

Bunyi-bunyian menelusup ke rongga kamar
Menjalar ke lemari-lemari yang merangkul nostalgia
Dikala gemuruh angin bersuara di kejauhan telinga
Sudah terasa rindu mendayu-dayu
Pada bentuk yang bercabang bunga mutiara
Tapi kini museum kesunyian
Lantaran ada bentrokan kata-kata

Ini salahku, terasa pedih di tikungan noda-nada
Hingga gerimis mata bersuara
Menjadi saksi yang pernah ada

15-03-2020

Aku Masih Mencarinya

Mengenai tata krama kata-kata
Aku masih mencarinya
Lihat para penyair
Masih menggali tutup lubang
Jika ada yang mengenal tata krama kata-kata
Mungkin ia sudah mengetahui dewasanya kata-kata
Sebab kata-kata itu masih dini

Baca Juga:  Pahlawan Devisa (1)

21-03-2020

Advertisement

Popular