Connect with us

Opini

Refleksi World Mental Health Day: Bagaimana Menjadi Kader PMII yang Sehat Mental?

Published

on

Ilustrasi poster Hari Kesehatan Mental Dunia /Freepik/

Setiap tahun, warga dunia memperingati hari Kesehatan Mental dunia. Bermacam kegiatan juga dilakukan, terutama oleh oleh orang-orang yang memiliki kesadaran dan kepedulian tinggi terhadap isu ini. Sayangnya, pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan ini belum tentu dimiliki oleh setiap orang. Banyak diantara kita yang masih gagap memaknai sehat mental itu sendiri. Secara awam, orang tahu bahwa sehat mental itu “tidak gila”. Apakah benar seperti itu?

Merujuk pada definisi mental health menurut WHO (World Health Organization), sehat mental adalah sebuah kondisi individu yang sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, serta bukan hanya terbebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Sangat jelas bahwa sehat mental tidak hanya sekedar terbebas dari gangguan mental, tetapi secara holistik juga sehat fisik, nonfisik, serta dapat berfungsi secara sosial. Pemahaman mendasar terkait dengan mental yang sehat ini harus dimiliki oleh setiap kader PMII dimanapun berada. Mulai dari bagaimana kader mengenali diri, baik secara emosi, sifat, sikap, sampai bagaimana mereka berperilaku di ogranisasi.

Jika flashback sedikit ke belakang, munculnya WMHD pertama kali pada tahun 1992 yang diinisiasi oleh World Federation for Mental Health (WFMH) membawa misi baik yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai kesehatan mental warga dunia. Hal ini amat penting karena selama ini lebih banyak dari kita yang hanya berfokus pada kesehatan yang sifatnya fisik saja. Oleh sebab itu, marilah sama-sama kita berefleksi “what can we do for our mental health? How to take good care of mental health?”

Sejauh mana kader PMII aware terhadap kesehatan mentalnya sendiri?

Mari kita tanyakan kepada diri masing-masing. Hal ini penting karena berhubungan dengan performasi kita dalam gerakan itu sendiri. Kualitas individu yang unggul tidak hanya sebatas pada kemampuan berpikir saja, tetapi juga skill memahami dan mengelola emosi, skill berempati, dan masih banyak lainnya. Termasuk bagaimana kita bisa menempatkan diri pada bermacam situasi. Lagi-lagi, membangun kesadaran tentang sehat mental harus dimulai dari diri sendiri. Pertama, pastikan kita paham bahwa ada hal-hal yang bisa kita kontrol dan tidak kita kontrol. Hal yang bisa kita kontrol adalah pikiran, perasaan, dan perilaku kita sendiri.

Baca Juga:  Arah Gerakan Perempuan Indonesia (2)

Sementara hal yang tidak bisa kita kontrol seperti respon orang lain terhadap kita dan segala persoalan eksternal diluar diri kita. Di sinilah kita dapat beradaptasi dengan apa yang ada di sekitar kita. Kemampuan menyesuaikan diri ini merupakan salah satu ciri sehat mental itu sendiri. Kader PMII yang memiliki daya adaptasi tinggi pada akhirnya bisa lebih jeli dalam memetakan situasi dan tepat dalam decision making.

Kedua, kita bisa mengenali potensi dalam diri dan memanfaatkannya secara optimal. Melalui analisis diri, kader PMII mestinya bisa memetakan setidaknya empat hal dalam dirinya (strength, weakness, opportunity, dan threat). Keempat hal ini membantu kita mengenali apa saja potensi yang ada dalam diri. Setelah mengetahui, mengenali, dan memahami potensi yang dimiliki,selanjutnya adalah mengembangkannya melalui kerja-kerja pengabdian dan aktualisasi diri, baik dalam konteks pribadi maupun organisasi. Kader PMII dapat berkiprah dalam ruang-ruang privat maupun publik sesuai dengan kapabilitas yang dimiliki,termasuk melalui keilmuan yang selama ini dipelajari di kampus. Melalui gerak-gerak inilah PMII ke depan akan semakin berwarna.

Aspek ketiga seorang individu yang sehat mental adalah dapat merasakan kebahagiaan. Seperti apa kader PMII yang bahagia? Tentu ini sangat subjektif. Meski demikian, kita pasti memahami gerak-gerik orang yang bahagia dengan yang tidak bahagia. Standar kebahagiaan kader diciptakan oleh kader itu sendiri, kesejahteraan psikologis kader juga ditentukan oleh dirinya. Kader yang merasakan kesejahteraan psikologis tentu dapat bertumbuh dan berkembang lebih baik. Disinilah pentingnya PMII sebagai sebuah rumah pergerakan mampu membangun kesadaran tentang sehat mental bagi kader-kadernya. Pun demikian kader harus secara mandiri memperhatikan kondisi kesehatan mental dirinya.

Menjadi kader yang sehat mental adalah upaya menjadi kader yang berdaya. Dengan begitu, PMII sebagai gerakan mampu menjadi wadah aktualisasi diri, bermanfaat, dan memberdayakan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Terkini

Sosial-Budaya9 menit ago

Said Abdullah Resmikan Masjid Abdullah Syechan Baghraf Legung Timur

SERIKATNEWS.COM – Warga Desa Legung Timur, Batang-Batang, Sumenep tampak antusias dan bahagia menghadiri peresmian Masjid Abdullah Syechan Baghraf. Acara sakral...

Ekonomi6 jam ago

Gus Halim: Santri Berperan Gerakkan Ekonomi Desa

SERIKATNEWS.COM – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyatakan, santri berperan besar dalam menggerakkan ekonomi desa....

Sosial-Budaya8 jam ago

Ketum PBNU Ajak Para Santri Refleksikan Kembali Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

SERIKATNEWS.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj mengingatkan bahwa Islam di Indonesia pada dasarnya...

News8 jam ago

Kejutan Hari Santri, Kemnaker Luncurkan Seribu Beasiswa Talenta Santri

SERIKATNEWS.COM – Pada gelaran Malam Puncak Amanat Hari Santri 2021, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memberikan kejutan kepada para santri...

Sosial-Budaya8 jam ago

Peringatan HSN 2021 Banyak Diwarnai Kegiatan Akademik

SERIKATNEWS.COM – Sejak adanya keputusan Presiden nomor 22 Tahun 2015, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) selalu...

Sosial-Budaya8 jam ago

RMI PBNU Targetkan Pemetaan SDM NU yang Lebih Konkret

SERIKATNEWS.COM – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menargetkan adanya pemetaan Sumber Daya Manusia (SDM) NU yang...

News9 jam ago

MURI: NU Pecahkan Rekor Dunia

SERIKATNEWS.COM – Upaya tanpa lelah yang dilakukan Rabithah Ma’had Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) dalam memperingati Hari Santri Nasional...

Populer

%d blogger menyukai ini: