RI-Korsel Tanda Tangani Perjanjian Perdagangan

15
RI dan Korsel
Ilustrasi: Kompas

SERIKATNEWS.COM – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan Korea Selatan Yoo Myung Hee telah menandatangani penyelesaian substansial perjanjian perdagangan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partenership Agreement (IK-CEPA).

Enggar mengatakan perjanjian IK-CEPA sendiri dimulai pada tahun 2012, namun sempat terhenti di tahun 2014. Kemudian pada Februari 2019, kedua negara sepakat melanjutkan perundingan dan menargetkan penyelesaian perundingan sebelum akhir 2019.

“Menurut rencana, penyelesaian perjanjian ini diharapkan dapat diumumkan kedua KepalaNegara pada November 2019 di sela-sela the 30th ASEAN-Korea Commemorative Summit diBusan, Korea Selatan,” kata Enggar ketika memberi keterangan pers di sela Trade Expo Indonesia (TEI), di ICE BSD, Tangerang, Rabu (16/10/2019).

Perundingan IK-CEPA berhasil diselesaikan secara substansial pada pertemuan putaran ke-10 yang digelar di Bali pada 7-10 Oktober 2019 lalu. Pada pertemuan tersebut delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo, sementara delegasi Korea dipimpin Deputi Menteri Untuk Negoisasi Perdagangan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan Yeo Han-Koo.

Enggar menilai bahwa keputusan untuk merampungkan perjanjian di tengah ketidakpastian perdagangan global merupakan langkah yang tepat. Dengan demikian, kedua negara bisa kian mendorong perdagangan dan investasi agar ekonomi tetap tumbuh.

“IK CEPA merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong hal tersebut dan Presiden RI memberi arahan agar kemitraan dengan Korea Selatan diperluas karena potensi kedua negara sangat terbuka,” ujar Enggar.

Perundingan IK-CEPA terdiri dari enam kelompok kerja, yaitu perdagangan barang, perdagangan jasa; investasi; ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan (ROOCPTF); kerja sama dan pengembangan kapasitas, serta isu hukum dan kelembagaan.

Melalui IK-CEPA, nantinya Indonesia akan mendapatkan akses pasar yang lebih baik untuk produk industri, perikanan, dan pertanian di pasar Korea Selatan. Di sisi lain, Indonesia akan memberikan akses pasar untuk bahan baku industri, memfasilitasi investasi Korea Selatan di Indonesia.

Baca Juga:  Joko Widodo Ingin Pembangunan Kilang di Balikpapan dan Bontang

“Hal ini diharapkan dapat mendorong nilai perdagangan kedua negara dan investasi Korea Selatan di Indonesia. Di samping itu, pada sektor perdagangan jasa, Indonesia juga berhasil mendapatkan skema khusus untuk tenaga kerja,” imbuh Enggar.