SERIKATNEWS.COM – Beberapa hari lalu masyarakat digemparkan oleh sejumlah sapi yang mati secara tiba-tiba. Seperti yang terjadi Desa Kara, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.
Fenomena kematian sapi secara misterius itu akhirnya terungkap setelah diselidiki oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab setempat.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan KP Sampang, Hendra Gunawan mengatakan penyebab kematian sejumlah sapi milik warga ternyata memang virus yang dibawa oleh nyamuk Bovine Ephemeral Fever (BEF).
“Hasil autopsi tim kesehatan hewan memastikan bahwa sapi-sapi yang sakit dan mati mendadak itu terserang virus Bovine Ephemeral Fever (BEF) atau virus yang ditularkan oleh nyamuk,” ungkapnya, Sabtu, 29 Januari 2022.
Guna mengantisipasi agar virus tidak semakin meluas, pihaknya meminta kepada para peternak sapi untuk menjaga kebersihan kandang dan juga memberi vitamin atau probiotik agar daya tahan tubuh hewan ternak lebih terjaga.
“Pengobatannya yakni multivitamin untuk memperbaiki kondisi hewan pemberian analgesic atau pereda nyeri serta pemberantasan sarang nyamuk,” tambahnya.
BEF memang nyamuk pembawa virus. Gejala klinis sapi yang terserang virus BEF adalah tubuh sapi mengalami demam dengan suhu tinggi, kaki gemetar dan pincang hingga lumpuh. Kemudian dari mulut dan hidung keluar lendir.
Penyakit ini mulai menyerang hewan ternak menjelang pergantian musim (pancaroba) dari musim penghujan ke kemarau, seperti saat ini. (Diwan)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...