SERIKATNEWS.COM – Pasca terdampak banjir beberapa waktu lalu, Pemerintah Desa Patemon Kulon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo menggelar rapat bersama warga desa setempat serta pihak Pemerintah Kecamatan Pakuniran, Kamis (30/3/2023) kemarin.
Rapat kerja tersebut digelar karena banyaknya keluhan para petani sekitar yang hingga saat ini masih membutuhkan penanganan air agar bisa lancar teraliri ke sawah warga yang pada Kamis (2/3/2023) lalu rusak akibat cuaca ekstrem.
Kepala Desa Patemon Kulon, Muhammad mengatakan, penanganan air ke sawah warga dibutuhkan alat berat. Sebagai solusi awal, jika nantinya alat berat tidak turun, pihaknya akan menyiapkan anggaran Dana Desa (DD).
“Saya sudah berkoordinasi dengan pihak PUPR yang sudah siap menurunkan alat berat dan untuk alat berat itu diturunkan di jangka waktu 10 hari ke depan. Jika bantuan alat berat belum turun, solusinya pakai DD,” kata Muhammad, Jumat (31/3/2023).
Sementara itu, Camat Pakuniran, Imron Rosyadi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan Dinas Pertanian sebagai respons atas keluhan dari masyarakat Desa Patemon Kulon, setelah sawahnya terdampak banjir beberapa waktu lalu.
“Oleh karena itu, kami minta masyarakat untuk lebih bersabar dulu dan jangan menanam padi. Apalagi Kades Patemon Kulon sudah mempunyai solusi menggunakan DD dan akan segera musdes bersama BPD setempat,” ungkap Imron.
Sebab, menurut Imron, pihak desa nantinya harus mengeluarkan anggaran perkiraan sebesar Rp30 juta untuk biaya alat berat selama 5 hari jika alat berat dari dinas masih belum turun untuk perbaikan saluran air ke sawah warga.
“Jadi untuk masyarakat Desa Patemon Kulon lebih sabar lagi agar tidak menanam padi karena kesulitan air. Untuk dinas pertanian sendiri sudah ada respon dan sudah cek lokasi, hanya tinggal menunggu pelaksanaannya saja,” tutur mantan Camat Tiris itu.
Wartawan Serikat News Probolinggo
Menyukai ini:
Suka Memuat...