SERIKATNEWS.COM – Aksi unjuk rasa yang dilakukan keluarga korban penembakan, (alm) Herman, Kamis (17/03/2022) bersama aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) diwarnai tangis keluarga korban.
Tangis itu pecah di saat anak korban diangkat ke atas, dan diperlihatkan ke jajaran anggota petugas kepolisian pengaman unjuk rasa.
“Ini anaknya (alm) Herman. Masih berumur tiga tahun, pak. Apa kalian tidak kasian dengan anak kecil ini. Kita hanya minta keadilan,” teriak keluarga korban di tengah-tengah massa aksi.
Tidak hanya keluarga korban, masyarakat yang juga hadir dalam aksi unjuk rasa tersebut menangis terharu melihat wajah polos anak korban, (alm) Herman.
“Tak terasa saya mengucurkan air mata, mas. Tidak tega melihat anak korban. Sungguh tersayat hati saya dengan insiden penembakan ini. Sangat tidak berprikemanusiaan,” ucap Andi saat dimintai keterangannya.
Tuntutan Keluarga Korban
Dalam aksi tersebut, keluarga korban menyampaikan beerapa tuntutan; Pertama, mereka mendesak Kapolres meminta maaf secara terbuka kepada keluarga korban Herman yang diberondong tembakan lima oknum polisi hingga tewas.
Kedua, Kapolres diminta memecat dan mempidanakan lima oknum polisi yang telah menewaskan Herman sesuai perundang – undangan yang berlaku.
Ketiga, mendesak Kapolres bertanggung jawab atas tindak arogansi oknum polisi yang tidak berprikemanusiaan dan berkeadilan.
Keempat, Polres hingga Polda Jatim diminta transparan atas hasil pemeriksaan, penyelidikan, dan penyidikan terhadap lima oknum polisi yang telah menewaskan Herman dengan menyiarkan kepada publik.
Kelima, massa aksi meminta Komnas HAM turun tangan untuk mengusut aksi penembakan brutal yang terjadi pada Minggu 13 Maret 2022 lalu itu.
Sedangkan Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya di hadapan keluarga korban, menyampaikan permohonan maaf atas insiden penembakan maut atas (alm) Herman.
“Kami mohon maaf atas terjadinya peristiwa tersebut,” ucap Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya, saat menemui massa aksi.
Ia juga menegaskan, bahwa Polres telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi atas insiden maut tersebut.
“Kami telah membentuk tim pencari fakta untuk menyelidiki kasus ini,” pungkasnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...