SERIKATNEWS.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkaji skema perlindungan warga AS dari risiko berinvestasi di perusahaan-perusahaan Negeri Tirai Bambu (China).
Trump dalam pidatonya menyebut hal tersebut dilakukan agar perusahaan China patuh terhadap peraturan akuntansi dan keterbukaan informasi di AS.
“Akan ada perlakuan berbeda untuk perusahaan China yang melantai di bursa AS,” kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/5/2020).
Presiden Negeri Paman Sam ini menyampaikan, dalam setiap investasi seharusnya tidak ada risiko tersembunyi. Oleh karena itu, dibutuhkan keadilan dan transparansi yang jelas.
Menurutnya, kelompok kerja yang mengkaji kebijakan tersebut adalah Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Chairman Federal Reserve Jerome Powell, Federal Reserve Bank Presiden New York John Williams, Ketua Securities and Exchange Jay Clayton dan regulator lainnya.
Trump pun menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan karena pemerintah AS mulai memperluas perdagangan dan meningkatkan pertempuran di bidang teknologi dengan China.
Seperti yang telah diketahui bersama, hubungan kedua negara ini memang makin memburuk, apalagi setelah AS menuding China yang menyebarkan Covid-19.
Pemerintah AS juga berencana untuk melacak indeks perusahaan China yang tak patuh aturan. Senat AS juga telah mengeluarkan undang-undang pada Mei untuk mencegah perusahaan China yang ingin melantai di bursa, kecuali telah mengikuti standar audit dan peraturan AS.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...