UIN SUKA Terima 666 Mahasiswa Baru dari SBMPTN

71
UIN

SERIKATNEWS.COM – UIN Sunan Kalijaga (SUKA) Yogyakarta menetapkan sebanyak 666 orang yang lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Hasil itu didapat dari UTBK Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ristekdikti secara nasional.

Dikutip dari republika.co.id, Ketua Kantor Admisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Aulia Faqih mengatakan bahwa jumlah tersebut melebihi kuota 634. Sebab, dari SNMPTN ada yang tidak registrasi ulang, jadi kuotanya dialihkan ke SBMPTN.

“Mereka yang diterima ini murni dari hasil tes UTBK, jadi nilai sub tes dikalikan dengan bobot nilai kluster program studi,” kata Aulia.

Hasilnya, nilai akhir di-ranking dari nilai terbesar ke terkecil dan jumlah mahasiswa yang diterima disesuaikan dengan kuota program studi. Pendaftar ke UIN SUKA sendiri mencapai 9.681 orang.

Dibandingkan tahun lalu, ada penurunan 1.304 dari total 10.985. Pengurangan ini terjadi secara nasional dan sistem baru seleksi memakai komputer yang diterapkan seluruh perguruan tinggi negeri.

Ia menjelaskan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi jadi yang peminatnya paling banyak untuk SBMPTN secara umum di UIN Sunan Kalijaga (1.148). Lalu, Ilmu Perpustakaan (907) dan Ilmu Hukum (818).

“Sedangkan, tingkat keketatan antar peserta ada di Prodi Teknik Informatika, Teknik Industri dan Ilmu Komunikasi,” ujar Aulia.

Setelah ini, mereka yang diterima wajib melakukan pengisian data profil mahasiswa secara online melalui laman: dataprofil.uin-suka.ac.id pada tanggal 10–17 Juli 2019.

Mereka bisa login memakai nomor peserta SBMPTN. Daftar untuk yang diterima SBMPTN bisa di lihat di laman http://uin-suka.ac. Tapi, jangan berkecil hati bagi yang belum diterima melalui SBMPTN.

Mereka bisa mendaftar di jalur mandiri UIN Sunan Kalijaga secara online di laman http://admisi.uin-suka.ac.id. Pendaftaran akan berakhir pada 12 Juli 2019.

Baca Juga:  Pandangan dan Peran Pemuda NU Terhadap Lingkungan Hidup di Kota Yogyakarta

Pada jalur mandiri, peserta bisa mendaftar semua prodi menggunakan tes tertulis. Jika prodi yang dipilih dari kelompok sains, mereka akan mengikuti ujian Paper Base Test (PBT) IPA.

“Dan bagi peserta yang memilih kelompok Isoshum akan mengikuti ujian Paper Base Test (PBT) IPS,” kata Aulia.