Rusia, Terkadang Kehidupan Dapat Menipumu

257

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia tak perlu kecewa meski gagal jadi juara Grup A. Tim berjuluk ‘Elang Emas’ tetap lolos ke putaran kedua, meski di akhir pertandingan grup, Aleksandr Samedov dan kawan-kawan dihajar Uruguay tiga gol tanpa balas. Sebuah laga antiklimaks bagi Rusia setelah enam poin dikumpulkan di kantong, hasil menggulung Arab Saudi 5-0 dan menekuk Mesir 3-1. Tapi, tetap saja Rusia lolos ke babak kedua. Jadi, kekalahan di Samara Arena pada Senin sore kemarin tak perlu terlalu disesali.

Bandingannya, sebagai tuan rumah, empat tahun silam, Brasil sukses jadi juara Grup A, dengan tujuh angka hasil dua kali menang atas Kroasia dan Kamerun serta sekali imbang lawan Meksiko. Brasil lolos sampai semifinal, meski gagal jadi juara akibat tragedi di Belo Horizonte, dipermak Jerman 1-7.

Empat tahun sebelumnya lagi, Afrika Selatan gagal memanfaatkan benefit jadi tuan rumah karena prestasinya terhenti di babak grup. Tim ‘Bafana-Bafana’ saat itu mengoleksi empat poin hasil sekali menang (vs Prancis), sekali seri (1-1 vs Meksiko) dan sekali kalah (0-3 vs Uruguay) dan berada di posisi lebih baik daripada Prancis. Tapi, tetap saja, Afrika Selatan tak lolos ke fase gugur karena dari Grup A diwakili Uruguay dan Meksiko.

Omong-omong soal keberhasilan Rusia lolos ke babak kedua dan –sejauh ini- menggelar Piala Dunia 2018 dengan sukses, saya teringat pada persiapan Indonesia menjadi host Asian Games ke-18.

“Ya nantilah, sekarang ini saya kira panasnya sudah. Demamnya nanti, setelah bola,” kata Presiden Joko Widodo menjawab pertanyaan jurnalis terkait publikasi Asian Games 2018 jelang dua bulan digelarnya pesta olahraga bangsa-bangsa Asia itu pada 18 Agustus – 2 September mendatang.

Baca Juga:  The Blangkon, Kampanye Anti Narkoba dengan Musik

Senin siang kemarin, Presiden Joko Widodo meninjau langsung kesiapan venue Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK). Presiden Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan jaket Asian Games hitam, tiba di GBK sekitar pukul 15.07 WIB.

SerikatNews

Presiden dan rombongan meninjau pedestrian atau jalur pejalan kaki di depan Jalan Sudirman lalu meninjau patung Presiden pertama RI Soekarno yang terletak di Pintu V GBK. Setelah itu, Presiden kemudian melanjutkan peninjauan dengan berjalan menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemudian menuju venue pertandingan cabang olahraga squash dan Stadion Madya, salah satu venue untuk cabang olahraga atletik.

“Jadi, Asian Games ini tinggal 53 hari lagi. Oleh sebab itu, hari ini saya cek kembali kesiapan baik untuk pembukaan, kesiapan venue-venue yang ada, dan juga berkaitan dengan lingkungan di sekitar GBK. Saya melihat semuanya berjalan dengan baik,” kata Presiden Jokowi.

Bicara soal publikasi Asian Games, Senin sore saya dan serombongan sahabat mendarat di Moskow. Sepanjang jalan-jalan utama yang kami lewati dari Bandara Domodedovo menuju apartemen tempat menginap di kawasan Krasnoproletarskaya Street, tak banyak ditemui umbul-umbul atau sarana publikasi lain yang menunjukkan ‘demam’ Piala Dunia di negeri ini.

Kalau di bandara tentu saja keramaian terasa. Di sana lalu-lalang para pendukung tim nasional dari berbagai negara dunia datang dan pergi. Juga dari negara-negara yang timnya bahkan bermimpi pun susah bisa main di Piala Dunia. Di Domodedovo, satu dari tiga bandara utama di ibukota Rusia selain Sheremetyevo dan Vnukovo, keramaian tampak dari berbagai toko souvenir di sisi luar airport yang berjarak 40 kilometer dari pusat kota Moskow. Tapi, di luar itu, suasana jalanan nampak adem-ayem saja dari gelaran pesta olahraga sejagat ini. Jadi, Indonesia jangan ‘minder’ dulu. Betapapun Asian Games dibilang masih kurang ‘demam’, ternyata Piala Dunia di Rusia malah tak terlalu semarak hiasan di pusat kota.

Baca Juga:  Kampung Nahdlatul Ulama

Yang patut dipuji sih, keramahan warga Rusia nampak saat kami kebingungan mencari alamat tertentu. Dengan Bahasa Inggris amat terbatas, beberapa warga menunjukkan ke arah mana kami harus melangkah mencari tujuan dimaksud. Seorang perempuan seumuran 25 tahun tampak bersemangat saat tahu kami dari Indonesia.

“Wow.. saya pernah ke Jakarta dan Bali,” kata perempuan itu. Ah, saya lupa menanyakan namanya. Ia sampai mencegat sebuah bus, dan me-‘lobby’ sopir busnya agar kami digratiskan dari tarif angkutan. Bahwa kami berlima ini merupakan turis yang berniat nonton Piala Dunia dan baru mendarat di Rusia. Sebuah inisiatif yang layak ditiru bagi warga Jakarta, Jawa Barat, dan Palemban saat puluhan ribu wisatawan akan datang ke Asian Games nanti.

SerikatNews

“Terkadang kehidupan dapat menipumu, tapi janganlah sedih dan marah!” itu kata Alexander Pushkin, Bapak Kesusasteraan Nasional yang dikagumi karena karya-karya puisi romantisnya dan dianggap sebagai penyair terbesar Rsuia dan pendiri sastra Rusia moden. Pushkin yang lahir di Moskow pada 1799 mulai menulis puisi pertama saat berusia 15 tahun dan mulai populer pada umur 20 tahun.

Jalan hidup mengantarkan seniman ini menjadi Menteri Luar Negeri yang kemudian mengungkapkan argumennya lewat puisi tentang pertentangan tirani politik dan perbudakan di Rusia Selatan. Tahun 1837, Pushkin meninggal dunia usai berduel dengan laki-laki yang dituduh sebagai kekasih gelap isterinya.

Terkadang kehidupan dapat menipumu. Seorang sahabat saya merasa kecewa karena pemesanan apartemennya di Moskow dibatalkan sepihak padahal uang sudah terlanjur dibayar. “Mungkin karena ada penawaran lebih baik. Sering terjadi begini pada event-event besar,” katanya. Sebuah ‘inisiatif’ yang tak layak ditiru bagi warga Jakarta, Jawa Barat, dan Palembang saat puluhan ribu wisatawan akan datang ke Asian Games nanti.

Baca Juga:  Rampak Sarinah Tulungagung Syukuran atas Perolehan Medali RI di Asian Games 2018

Sebagai runner-up grup, Rusia harus bertemu juara grup tetangga, Spanyol, yang menang selisih atas Portugal di Grup B. Semoga nasib baik berpihak pada tuan rumah untuk setidaknya bisa menjejak babak delapan besar. Meski kalau kemudian perjalanan mereka terhenti sampai di situ, semoga mereka sadar akan untaian kalimat Pushkin tadi…

“Terkadang kehidupan dapat menipumu, tapi janganlah sedih dan marah…”

Krasnoproletarskaya Street, Moskow, Selasa pagi, 26 Juni 2018

Penggemar Sepakbola, Saat Ini Bekerja sebagai Tenaga Ahli Komunikasi Politik dan Informasi Kantor Staf Presiden