SERIKATNEWS.COM – Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Provinsi Papua, Christian Sohilait mengatakan sebanyak 52 persen anak-anak di Papua tidak dapat mengikuti pelajaran selama program belajar secara online.
Menurut Christian Sohilait, berdasarkan data dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua hanya 48 persen proses belajar mengajar dari rumah yang berjalan.
“Kalau laporan dari kabupaten dan kota, ada 48 persen pembelajaran online yang berjalan. Artinya ada 52 persen anak di Papua tidak bisa belajar dari rumah,” kata Sohilait di Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (19/5/2020).
Oleh sebab itu, pihaknya mengapresiasi program TV Kenambai Umbai yang diprakarsai Pemerintah Kabupaten Jayapura agar anak-anak bisa belajar dari rumah masing-masing.
Saat ini sudah ada 18.000 tablet android yang dibagikan ke seluruh SMA/SMK se-Papua. Dengan adanya fasilitas ini, anak-anak dapat belajar dari rumah, karena ada TV player, radio, telekonferensi dan informasi lainya.
“Situasi seperti ini akan memaksa kita untuk belajar secara online, oleh sebab itu saya sudah perintahkan kepada seluruh kepala sekolah agar menggunakan fasilitas yang tersedia bagi kepentingan siswa,” ujarnya.
Dia pun berharap dengan program TV Kenambai Umbai belajar di Kabupaten Jayapura, dapat memastikan semua anak di daerah ini dapat belajar dengan baik di rumah masing-masing.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...