SERIKATNEWS.COM – Gubernur New York AS, Andrew Cuomo mengambil kebijakan untuk memperpanjang lockdown di negara bagian itu hingga tanggal 15 Mei mendatang. Walaupun data menunjukkan kondisi wabah Covid-19 di New York mulai membaik, namun pihaknya menilai bahwa karantina wilayah yang sudah berlangsung di New York beberapa pekan ini masih harus dilanjutkan.
“Saya ingin melihat bahwa tingkat infeksi semakin turun,” kata Cuomo, seperti dikutip dari AFP, Jumat (17/4/2020).
Cuomo mengatakan, perpanjangan lockdown di New York akan dikoordinasikan dengan negara-negara bagian lain di sekitarnya. Pihaknya menekankan masyarakat tetap berada di rumah dan selalu menerapkan aturan jaga jarak fisik (physical distancing).
Aadpun pedoman physical distancing dari Presiden Donald Trump akan berakhir pada tanggal 30 April. Politikus Partai Republik itu telah menyatakan, unit-unit bisnis di New York ditargetkan untuk dibuka kembali pada tanggal 1 Mei mendatang. Akan tetapi, impian Trump itu bisa jadi akan kandas dengan keluarnya kebijakan baru dari Cuomo.
Sebagai tambahan informasi bahwa Amerika Serikat sejauh ini telah mencatatkan 653.751 kasus positif corona. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33.434 orang di antaranya meninggal dunia. AS menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi dan kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia saat ini.
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...