SERIKATNEWS.COM – Pemerintah melalui Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) terus mendorong pengembangan pabrik percontohan garam industri di Gresik, Jawa Timur. Pilot plant ini sebagai upaya mempercepat hilirisasi industri yang lebih baik di sektor kelautan dan perikanan.
“Pilot plant garam industri merupakan hasil kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),” kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin di Jakarta, Jumat, 07 Mei 2021.
Diungkan Safri, kapasitas pilot plant garam industri nantinya ditingkatkan menjadi kira-kira 40.000 ton per tahun dan bisa berjalan selama 72 jam.
“Sudah beberapa kali kita uji coba terus untuk running dari pilot plant ini dan diharapkan nanti desain ini bisa kita gunakan di kawasan sentra garam industri di kawasan lainnya,” ujarnya.
Pilot plant garam di Gresik dikerjakan antara Kemenko Marves, BPPT, dan PT Garam. BPPT menjadi pendesain utama dari pilot plant di Gresik, sedangkan PT Garam yang menyediakan garam dan tempat yang bisa digunakan untuk desain dari pilot plant garam industri tersebut.
Beberapa kali pengujian sudah dilakukan melalui pilot plant tersebut. Misalnya saat optimasi dan uji dari garam rakyat yang diolah menjadi garam industri dengan kualitas K1, K2, dan K3, dengan tingkat keberhasilan pemurnian sampai 99,9 persen.
“Saat ini pilot plant garam industri di Gresik sudah masuk dalam tahapan uji coba untuk dilihat efisiensi dari cost yang dikeluarkan. Dalam artian, dengan desain plant garam industri yang seperti ini, apakah efisiensi dari cost yang perlu kita keluarkan semakin tinggi atau rendah. Jika semakin tinggi, maka desain mungkin perlu untuk diperbaiki sedikit,” ujar Safri lagi.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksi kebutuhan garam nasional tahun ini mencapai 4,6 juta ton. Sekitar 84 persen merupakan kebutuhan industri, yang selama ini masih dipenuhi dengan impor.
Berdasarkan neraca garam 2020, volume garam impor berkontribusi hingga 50,29 persen dari ketersediaan garam nasional. Kebutuhan garam nasional tahun lalu 4,46 juta ton dengan kebutuhan industri mencapai 83,86 persen atau 3,74 juta ton.
Diharapkan, proyek pilot plant garam industri dapat meningkatkan kualitas garam produksi rakyat. Ke depannya impor bisa ditekan. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.
Menyukai ini:
Suka Memuat...