Connect with us

Budaya

Sewindu AWCPH-UI Diperingati dengan Pameran Seni Rupa Virtual “Virtue”

Published

on

© AWCPH-UI

SERIKATNEWS.COM – Dalam rangka memperingati Sewindu (8 tahun) Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH UI) diselenggarakan pameran seni rupa virtual berjudul Virtue (kebajikan).

Selain untuk perayaan ulang tahun lembaga, pameran tersebut sekaligus sebagai respons terhadap wabah virus corona yang tengah mengubah kehidupan secara fundamental.

Pameran dibuka oleh Hj. Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Dalam sambutanya, Ibu Shinta Nuriyah menyampaikan pandangannya bahwa seni dapat mengasah kepekaan hati, meningkatkan kualitas kemanusiaan dan kreativitas yang amat dibutuhkan di tengah krisis akibat pandemi.

Pameran ini melibatkan lebih dari 40 seniman dari berbagai generasi, kota dan dan negara seperti India, Jepang dan Australia. Beberapa di antaranya merupakan seniman terkemuka, antara lain Heri Dono, Nasirun, Tommy F Awuy, Jumaldi Alfi, Jumaadi, Erica Hestu Wahyuni, Putu Sutawijaya, dan banyak lagi lainya. Masing-masing seniman memiliki karakteristik tersendiri, sehingga pameran ini menawarkan keragaman secara visual dan konseptual.

© AWCPH-UI

Duduk sebagai kurator adalah peneliti di AWCPH UI, yaitu Faisal Kamandobat dengan Nabilla F Fiandhini sebagai co-kurator. Mereka memilih tema “virtue” (kebajikan) berdasarkan beberapa pertimbangan.

Pertama, tema ini merupakan konsep penting dalam pemikiran etika, sejak zaman klasik hingga era kontemporer sekarang ini. Di tengah situsi krisis akibat wabah, virtue berkaitan dengan kemampuan seseorang, terutama para pemangku kebijakan, dalam mengambil sikap dan tindakan yang dianggap tepat sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

Kedua, tema “virtue” memiliki kedekatan dengan semangat dan pemikiran Gus Dur yang kerap mengambil risiko demi memperjuangkan etika dan moralitas yang diyakini kebenarannya, baik dalam bidang spiritual-keagamaan, politik-ekonomi, maupun seni-budaya.

Tujuannya adalah untuk mencipta tatanan kehidupan yang lebih baik dan manusiawi dengan terbitnya demokrasi dan keadilan, terutama pada masa pasca Orde Baru.

Baca Juga:  Hari Batik Nasional, Simbol Budaya yang Harus Tetap Dijaga

Dalam pameran ini, para seniman mengetengahkan “virtues” (dalam arti plural, bukan tunggal), sesuai latar belakang sosio-kultural masing-masing, sehingga memberi dimensi kosmopolitan dari tema ini.

Secara umum, para seniman berusaha mentransformasikan kearifan lokal masing-masing ke dalam format seni masa kini, baik modern maupun kontemporer, sehingga terasa aktual dan relevan dengan perkembangan zaman.

Berbeda dengan konsep virtue dan filsafat yang sering terkesan abstrak, virtue dalam seni tampil lebih konkret, segar dan menyenangkan. Dengan kekuatannya tersebut, lewat pameran ini diharapkan dapat membawa kita pada kebajikan-kebajikan utama (cardinals of virtues), terutama di masa masa sulit seperti sekarang ini.

Selain itu, juga dapat meningkatkan dan memperluas kesadaran di tengah perkembangan masyarakat yang sangat cepat dan beragam.

Pihak curator mengemas pameran ini dengan menggabungkan instalasi arsitektural dan animasi karikatural yang menggambarkan kebajikan dalam bentuk gambaran besar dunia (makrokosmos) di masa depan.

Para pemirsa dapat menemukan nuansa humor, keharuan, sains dan teknologi, juga spiritualitas dari berbagai tradisi keagamaan dengan format visual yang segar.

Sebagai contoh, mengingat keadaan berat akibat virus corona, lukisan-lukisan diangkut dengan wahana jet-jet futuristik, kemudian pengumuman pameran dilakukan melalui “layar tancap” di luar angkasa, di mana astronot bertemu dengan Gus Dur di tengah mandala antarariksa.

Orang-orang arif dan bijaksana seperti Aristoteles, Konfucius, Jalaluddin Rumi, Jesus Kristus serta Buddha jugta ikut “hadir” dalam pameran ini dalam bentuk animasi.

Format pameran tersebut dilakukan oleh kurator sebagai cara mendekatkan seni rupa dengan masyarakat luas. Selain itu, juga untuk memberi kebahagiaan dan kegembiraan di tengah masa sulit akibat wabah COVID-19.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati pameran dapat menjumpai pada tautan: bit.ly/VIRTUEAWCPHUI. Pameran ini berlangsung sejak 18 Juli 2020 dan telah ditonton oleh lebih 1000 orang.

Advertisement
Advertisement

Terkini

Peristiwa41 menit ago

Insiden 2 Pohon Tumbang Akibat Hujan dan Angin Kencang di Depok

SERIKATNEWS.COM – Masyarakat harus waspada dengan cuaca ekstrem di musim hujan. Hujan disertai angin kencang yang melanda Depok, mengakibatkan insiden...

Sosial54 menit ago

Jateng Siapkan Tim Pengamanan untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik

SERIKATNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memang tidak melarang warga untuk mudik pada saat libur panjang akhir pekan 28...

Hukum1 jam ago

Dirlantas Polda Metro Jaya: Lima Pelanggaran Jadi Sasaran Utama, Tapi Petugas Utamakan Edukasi

SERIKATNEWS.COM – Ada lima hal yang perlu diperhatikan oleh para pengendara agar tidak ditilang dalam pelaksanaan Operasi Zebra yang dilakukan...

Budaya9 jam ago

Merawat Hubungan Bilateral melalui Gamelan Karawitan

SERIKATNEWS.COM – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa salah satu cara untuk merawat hubungan bilateral...

Sosial13 jam ago

Sekretaris SMSI Provinsi Riau Wafat, Seluruh Warga SMSI Duka Mendalam

SERIKATNEWS.COM – Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mohammad Moralis, Sekretaris Serikat Media Siber...

Info Kesehatan21 jam ago

Enam Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa

SERIKATNEWS.COM – Vaksinasi menjadi hal yang penting, karena vaksin sangat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia, sehingga tubuh mampu...

Ekonomi21 jam ago

Desa Wisata yang Dikelola BUMDes akan Dongkrak Ekonomi Desa

SERIKATNEWS.COM – Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mulai Sabtu (24/10/2020) menyambangi sejumlah destinasi desa...

Populer