“Sangat menyedihkan masih terjadi kasus kekerasan seksual di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman dari segala bentuk kekerasan. Tugas pendidik bukan hanya memberi ilmu,” ungkap Menteri Bintang Puspayoga dalam keterangan pers, Jumat, 01 April 2022.
Kendati demikian, hal tersebut menurut Bintang Puspayoga juga memberikan didikan dan contoh perilaku baik, sopan santun bagi anak murid atau santri serta memberikan perlindungan terhadap anak dari segala jenis kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran dan diskriminasi hak dasar anak di seluruh lembaga pendidikan.
Menteri PPPA tersebut sangat mengapresiasi keberanian para korban mengungkap kasus pencabulan yang dialaminya. Sehingga pelaku dapat segera ditahan oleh Polsek Tarakan Utara.
Bintang memberikan apresiasi atas respons cepat polisi. Dia berharap agar pelaku dihukum berat agar ada efek jera.
“Untuk orang tua jangan malu melapor, karena pelaku pencabulan abak kebanyakan dulunya adalah korban. Sehingga para korban harus dilakukan terapi agar tidak terulang,” jelas dia.
Bintang juga meminta pihak sekolah, pondok pesantren, serta lembaga pendidikan berbasis asrama dan keagamaan agar rekrutmen pengajar tidak hanya melihat secara keilmuan. Tapi, juga perlu tambahan asesmen psikologi kepada para pengajar untuk memastikan pencegahan dan menjamin perlindungan terjadinya kekerasan seksual terhadap murid maupun santri.
Sementara itu, pelaku berinisial RD mengaku lupa jumlah korbannya. Karena banyaknya aksi pencabulan yang dilakukannya sejak tahun 2016 hingga kini.