SERIKATNEWS.COM – Zaman sekarang, macam-macam kue semakin banyak, baik kue kering maupun basah. Namun, kue atau jajan tradisional punya tempat sendiri yang membuatnya tetap diproduksi dan dikonsumsi.
Legomoro merupakan salah satu jajan tradisional khas Kotagede, sebuah kemantren di Yogyakarta yang dikenal juga dengan situs peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Jajan satu ini mirip lemper, yaitu terbuat dari ketan dan dibungkus menggunakan daun pisang.
Tak seperti lemper yang mudah ditemui di pasar, legomoro dibuat dan disajikan hanya untuk hajatan. Hal itu dikarenakan arti filofosi nama jajan tradisional ini.
Dalam bahasa Jawa, “lego” berarti ikhlas atau lapang dada dan “mara” berarti datang. Maksudnya yaitu baik yang mengadakan hajatan, pun yang datang ke hajatan sama-sama ikhlas.
Perbedaan lemper dan legomoro yaitu bentuk kemasan dan ukuran. Lemper dibungkus dengan daun pisang yang dililit dan lebih kecil daripada legomoro. Sedangkan legomoro dibungkus menggunakan daun pisang yang diikat dengan tutus (tali bambu).
Dikutip dari Liputan6, Senin 10 Juli 2023, legomoro dulu tidak dijual bebas di pasar-pasar mana pun. Legomoro hanya dibuat saat seseorang menggelar hajatan atau pada waktu-waktu tertentu seperti pernikahan.
Menyuguhkan legomoro pada para tamu mengandung makna si empunya hajat atau tuan rumah memiliki hati yang lega dan senang. Legomoro juga sering kali dijadikan salah satu unsur jajan pasar dalam prosesi seserahan pernikahan dari mempelai pria kepada mempelai wanita. Maknanya serupa, yakni kedatangan keluarga mempelai pria penuh dengan kelegaan dan keikhlasan hati.
Legomoro juga sering kali ditemui saat hari raya Idulfitri. Saat lebaran, legomoro disimbolkan sebagai pengharapan agar semua orang yang berkunjung ke rumah hatinya menjadi lega untuk saling maaf memaafkan.
Sedikit berbeda saat ini, legomoro bisa dijumpai di pasar mana pun tanpa perlu menunggu hadirnya hari-hari penting. Kini, jajanan yang memiliki cita rasa gurih salah satunya bisa dijumpai di Pasar Kotagede.
Kontributor Serikat News Daerah Istimewa Yogyakarta
Menyukai ini:
Suka Memuat...