JAKARTA– Dalam semangat kepedulian dan kebersamaan, Rumah Sakinah MPKS PP Muhammadiyah menggelar acara buka bersama serta penyaluran bantuan modal usaha dan paket sembako bagi para binaan. Termasuk warga terdampak musibah kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat. Acara ini berlangsung pada Rabu, 5 Maret 2025, di Gedung Dakwah ‘Aisyiyah, Kecamatan Kemayoran.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, yang juga Staf Ahli Menteri Dikdasmen, Ketua PD ‘Aisyiyah Jakarta Pusat, Hj. Syamsidar Siregar, serta Ketua Rumah Sakinah yang juga Wakil Bendahara MPKS PP Muhammadiyah, M. Arif An.
“Kegiatan buka bersama ini sekaligus menandai setahun berdirinya Rumah Sakinah. Kami sangat berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung jalannya kegiatan ini,” ujar M. Arif An.
Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Sosial masih mempercayakan Rumah Sakinah dalam mengelola berbagai program sosial, termasuk bagi warga rentan, korban KDRT, TPPO, serta mereka yang menghadapi masalah hukum.
Rumah Sakinah, Rumah Solusi
Rumah Sakinah merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang didirikan oleh MPKS Muhammadiyah. Hadir dengan visi menjadi rumah tentram, rumah bahagia, dan rumah solusi bagi umat. Dalam sambutannya, Dr. Mariman Darto menekankan pentingnya perjuangan untuk perubahan hidup yang lebih baik.
“Tidak ada manusia yang sempurna, tetapi kita harus terus berusaha menjadi lebih baik. Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk perubahan. Kini, ibu-ibu tidak sendirian, karena Rumah Sakinah siap membantu,” katanya.
Rumah Sakinah juga berkomitmen untuk fokus pada program-program sosial yang menjadi perhatian pemerintah, termasuk membantu pendidikan para ibu, seperti program tebus ijazah yang tertahan di sekolah.
Dalam acara ini, Rumah Sakinah memberikan bantuan usaha kepada para binaan yang terdampak kebakaran. Pemberian bantuan ini secara simbolis berupa etalase, kompor, dan barang jualan lainnya untuk membantu mereka kembali merintis usaha.
Salah satu penerima bantuan, Mbak Siti, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya adalah salah satu binaan yang terkena musibah kebakaran di Kemayoran. Sebelumnya, usaha warung saya yang dibantu oleh Kemensos dan Rumah Sakinah cukup untuk menghidupi keluarga, dengan omzet harian mencapai Rp350 ribu. Namun, kebakaran menghanguskan semuanya. Harapan saya, Rumah Sakinah bisa kembali membantu saya untuk bangkit dan memulai usaha lagi,” tuturnya.
Mbak Siti juga merasa senang karena keberadaan Rumah Sakinah memberikan lebih dari sekadar bantuan materi, tetapi juga kebersamaan dan dukungan moral.
Dalam sambutannya, Ketua Rumah Sakinah, M. Arif An menegaskan bahwa kehadiran Rumah Sakinah merupakan bentuk nyata peran Muhammadiyah dalam mengatasi permasalahan sosial di masyarakat.
“Kami hadir tidak hanya dalam bentuk santunan. Namun juga asuhan keluarga dan lembaga kesejahteraan sosial yang aktif membantu mereka yang membutuhkan,” katanya.
Selain membantu korban kebakaran, Rumah Sakinah juga menangani berbagai isu sosial seperti KDRT, perdagangan manusia (TPPO), dan kekerasan terhadap anak.
“Berdirinya Rumah Sakinah adalah upaya kami untuk menjawab tantangan zaman. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang membutuhkan mendapatkan perlindungan dan solusi yang tepat,” tutupnya.
Penulis Profesional, Dosen, Motivator
Menyukai ini:
Suka Memuat...