PROBOLINGGO – Semangat baru menyala di Rusunawa Kota Probolinggo, saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan hari pertama masuk Sekolah Rakyat jenjang SMP dan SMA, Senin (14/7/2025).
Sekolah ini merupakan bagian dari program pendidikan yang digagas Presiden Prabowo, dengan misi mulia, membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, serta Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dra. Restu Novi Widiani.
Empat ruang kelas telah disiapkan untuk menampung para siswa baru, dua untuk SMP dan dua lainnya untuk jenjang SMA, masing-masing berkapasitas 50 siswa.
Meski seragam sekolah belum tersedia karena masih dalam proses distribusi, antusiasme para siswa tetap tinggi. Mereka tampak bersemangat mengikuti kegiatan awal, membawa harapan baru bagi masa depan mereka.
“Sekolah ini adalah jembatan keluar dari kemiskinan. Pemerintah hadir agar tidak ada anak yang tertinggal hanya karena alasan ekonomi,” ujar Gubernur Khofifah.
Ia juga menambahkan bahwa penerimaan siswa dilakukan secara bertahap. Saat ini baru dibuka rombongan belajar 1A, dan selanjutnya akan menyusul kelas 1B pada 19 Juli serta 1C pada bulan September mendatang, menyesuaikan dengan jumlah pendaftar.
Salah satu siswi baru di sekolah rakyat, Yulia Nanda Kirana (16), mengungkapkan rasa bahagianya bisa bergabung dalam program ini.
“Senang sekali. Perlengkapan seperti tas, buku, sepatu sampai seragam disediakan gratis. Saya merasa sangat dihargai,” katanya dengan senyum lebar.
Namun di balik kebahagiaan itu, Yulia juga berbagi tantangan emosional yang sedang ia hadapi. Demi menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, ia harus tinggal jauh dari keluarga tercinta.
“Saya pertama kali jauh dari orang tua. Sedih, tapi saya percaya ini demi masa depan yang lebih baik,” tutur Yulia.
Meski begitu, ia tetap menunjukkan semangat luar biasa. Ia menolak stigma bahwa sekolah ini hanya untuk mereka yang tidak mampu.
“Saya bangga menjadi bagian dari Sekolah Rakyat. Ini bukan tempat bagi yang tidak mampu, tapi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap hak pendidikan,” pungkasnya.
Menyukai ini:
Suka Memuat...