SUMENEP – Tim gabungan lintas instansi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi pangan di Kabupaten Sumenep. Sidak pada Selasa (20/10/2026) ini dilakukan untuk memastikan kestabilan pangan dan tidak ada pelanggaran harga serta menjaga mutu beras serta komoditas pokok di tingkat pedagang.
Monitoring ketat tersebut dilakukan dengan melibatkan lintas sektor. Mulai dari Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Bapanas RI, Satgas Pangan Polres Sumenep, Bulog Madura, hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Madura, Abu Bakar, menjelaskan bahwa tim menyisir langsung rantai pasok. Mulai dari Pasar Anom, toko agen beras Wijaya, hingga ritel modern Basmalah.
”Monitoring dilakukan untuk memastikan harga dan mutu beras sesuai ketentuan, sekaligus memantau kelancaran pasokan di tingkat pedagang,” ungkap Abu Bakar.
Dari hasil penyisiran, pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita terpantau lancar. Beras medium terjual di harga Rp13.400/kg, SPHP Rp60.000/5kg, dan Minyakita Rp15.700/liter.
Kendati demikian, tim juga mengantongi temuan terkait pasokan beras premium dari pemasok yang harganya sudah melebihi HET. Harga beras premium kisaran Rp 15.300–Rp 15.400 per kilogram.
Meski penjualan beras medium dan premium berlangsung normal, pedagang mengaku margin keuntungan yang diperoleh sangat tipis. Yakni sekitar Rp 100–Rp 200 per kilogram.
Tak berhenti di Sumenep. Satgas Pangan dan Bulog dijadwalkan melanjutkan pemantauan serupa di Kabupaten Pamekasan pada Rabu (21/10/2026).
”Kegiatan lanjutan tersebut diharapkan memberikan gambaran kondisi harga, mutu, dan ketersediaan bahan pangan, di wilayah Madura secara lebih menyeluruh,” pungkasnya. (*)
SerikatNews.com adalah media kritis anak bangsa. Menyajikan informasi secara akurat. Serta setia menjadi platform ruang bertukar gagasan faktual.