Connect with us

Ekonomi-Politik

APTI Dorong Peningkatan Kemitraan Petani Tembakau di Dalam Negeri

Published

on

Foto: Bisnis.com

SERIKATNEWS.COM – Berdasarkan hasil survei IPB, petani yang bergabung dalam kemitraan memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibanding non-mitra. Untuk itu, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta pemerintah untuk mendorong peningkatan kemitraan terkait pengembangan petani tembakau di dalam negeri.

Sebelumnya, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan kajian terkait dengan pola kemitraan petani tembakau di Jakarta. Selain melakukan pengukuran faktor peningkatan kesejahteraan petani, tim peneliti IPB juga meneliti bentuk-bentuk kemitraan yang ada untuk menghasilkan rekomendasi kepada Pemerintah.

“Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam mengenai skema kemitraan serta menuai pelajaran dari keberhasilan tersebut untuk kami rumuskan sebagai rekomendasi skema kemitraan kepada pemerintah.” ujar Nunung Nuryartono, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB.

Dalam penelitian tersebut, IPB merekomendasikan terkait kriteria kemitraan yang berkelanjutan (sustainability) di antaranya; pertama, hak dan kewajiban dilakukan sesuai dengan kesepakatan; kedua, transparansi dalam penetapan harga produk yang dikaitkan dengan kualitas; dan ketiga, loyalitas petani mitra (inti dan plasma) dalam memasarkan produk ke perusahaan mitra dan keempat Saling percaya antara sesama pelaku kemitraan.

Nunung Nuryartono mengatakan, yang perlu diperhatikan juga ialah hasil analisis usaha tani menunjukkan bahwa kemitraan memengaruhi secara positif produktivitas petani mitra. Dengan demikian, kemitraan harus didorong untuk meningkatkan pertanian tembakau, sehingga stabilitas harga tembakau juga berperan dalam peningkatan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Dalam diskusi ini, Direktur Eksekutif Apindo Danang Girindrawardana mengungkapkan bahwa persoalan industri hasil tembakau dalam isu kemitraan harusnya didorong oleh kemudahan regulasi.

“Peta jalan mau ke mana terkait dengan tembakau, ini pertanyaan kami. Beberapa proses penyusunan kebijakan disektor lain menganut pola mirip terjadi di IHT. Ketika produk perkebunan memiliki kontribusi besar pada PDB maka banyak regulasi muncul di situ, kalau tidak berkontribusi besar tidak ada regulasi di situ” ujarnya.

Baca Juga:  APHR Meratapi “Berakhirnya Kebebasan Pers” di Kamboja

Asisten Deputi Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian, Yuli Sri Wilanti menjelaskan hasil penelitian IPB sudah cukup baik dalam pola intiplasmas. Menurutnya, kerja sama dari sisi benefit diperlukan dari sisi perusahaan, juga ada kepastian suplai produk. Sedangkan dari sisi petani ada kepastian pasar, sehingga ini memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

“Kalau melakukan kemitraan dan ke depan ada MoU, maka petani punya kepastian. Pasti akan memberikan keuntungan produktivitas lebih tinggi. karena kalau bicara industri perusahaan melakukan landasan kerja sama yang sesuai, petani juga dilakukan pendampingan supaya produksinya sesuai dengan diinginkan industri,” ujarnya.

Advertisement

Popular